Minggu, 11 Februari 2018

CONTOH ARTIKEL: PENTINGNYA MANAJEMEN



PENTINGNYA MANAJEMEN
            Manajemen sangat penting untuk diterapkan di sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen yang baik akan membuat peusahaan atau organisasi berjalan dengan baik. Manajemen membuat perusahaan atau organisasi menjadi mudah dalam membagi pekerjaan kepada setiap karyawan. Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal itu diperkuat oleh Stoner (dalam Nicho) mengatakan,
“Ilmu manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk memcapai tujuan yang ditetapkan.” (http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html)
Dengan adanya manajemen, perusahaan atau organisasi dapat menjalankan kegiatannya dengan lebih efektif dan efisien.
            Manajemen selain sebagai sebuah proses juga diartikan sebagai sebuah seni. Rangkaian dari setiap kegiatan yang dilakukan memberikan sebuah kombinasi warna yang indah. Sesuatu yang indah bisa dikatakan sebagai sebuah seni. Seni di sini merupakan kumpulan dari pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain yang menimbulkan sebuah kesinambungan. Appley (dalam Nicho) mengatakan, “Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain.” (http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html). Setiap perusahaan memiliki manajemen yang berbeda-beda. Hal ini berarti setiap perusahaan atau organisasi memiliki seni yang berbeda-beda.
            Dalam sebuah manajemen terdapat sebuah proses fungsi manajemen. Proses fungsi manajemen tersebut umumnya terbagi menjadi 4 tahap yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Perencanaan adalah sebuah proses mendifinisikan tujuan dari organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut dan merancang aktivitas kerja organisasi tersebut. Perencanaan bisa diartikan upaya dalam mengantisipasi adanya kecenderungan di masa mendatang dan penentuan sebuah strategi yang tepat agar bisa merealisasikan tujuan organisasi.

Pengorganisasian adalah proses yang meliputi bagaimana strategi yang sudah dirumuskan pada saat tahap perencanaan digambarkan pada sebuah struktur organisasi yang tangguh, sesuai, dan lingkungan yang kondusif. Pengorganisasian bisa memberikan kepastian bahwa pihak pihak yang berada dalam organisasi bisa bekerja bersama sama dengan efektif dan efisien.
Pengarahan adalah tahap dimana program diimplementasikan supaya bisa dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi. Pengarahan sebuah upaya dalam memotivasi pihak pihak tersebut agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat tinggi.

Pengendalian adalah upaya untuk memastikan semua kegiatan yang dijalankan bisa berjalan dengan semestinya, sesuai dengan tahap dan target yang telah ditetapkan walaupun ada beberapa perubahan perubahan minor yang bisa terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.
            Manajemen memiliki 4 jenis divisi. Setiap divisi memiliki kedudukan yang sama dan bekerja sesuai dengan divisinya masing masing. Divisi tersebut adalah Manajemen Keuangan, Manajemen SDM,  Manajemen Produksi, dan Manajemen Pemasaran.
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
Manajemen SDM adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produks.
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
            Manajemen yang baik akan membuat perusahan berjalan dengan baik. Namun terkadang muncul konflik yang tidak diinginkan. Konflik tersebut bisa terjadi di antara pekerja atau pekerja dengan perusahaan. Winardi (2012: 9) mengemukakan bahwa, “Konflik adalah oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi”. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2012: 9) mengemukakan, “Konflik merupakan perjuangan antara kebutuhan, keiinginan, gagasan, kepentingan ataupun pihak saling bertentangan, sebagai akibat dari adanya perbedaan sasaran (goals), nilai (values), pikiran (cognition), perasaan (affect), dan perilaku (behafior).” Apapun konflik yang terjadi perusahaan atau organisasi harus mampu mengatasinya gar perusahaan atau organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
            Konflik yang sering terjadi di dalam sebuah perusahaan biasanya adalah konflik antar pekerja. Konflik ini biasanya dipicu oleh hal-hal sepele. Pemicu yang sering terjadi adalah persaingan kerja antar pekerja agar diperhatikan oleh atasan dan kemampuannya diakui. Antara dua pekerja yang terlibat konflik ini akan menunjukan kelebihan masing-masing. Mereka akan menunjukan apa yang dapat mereka lakukan lebih baik dari saingannya. Hal ini akan berujung pada saling menjatuhkannya antara pekerja yang satu dengan pekerja lainnya. Jika hal ini sudah terjadi maka, persaingan yang tidak sehat pasti akan terjadi. Dengan persaingan yang tidak sehat, para pekerja akan menciptakan iklim yang tidak harmonis dan tidak ada hubungan ptner kerja yang baik.
Konflik tersebut akan berpengaruh terhadap perusahaan. Adanya konflik akan menyebabkan kinerja para pekerja menjadi kurang maksimal. Mereka menjadi sibuk untuk menjatuhkan lawan kerja mereka dan bukan mementingkan tujuan perusahaan. Konflik ini akan menyebabkan produktifitas perusahaan menjadi menurun. Hasil produksi menurun atau penjualan yang semakin menurun. Bukan tidak mungkin kalau hal tersebut akan nterjadi bersamaan dan dapat menyebabkan perusahaan menjadi bangkrut. Oleh karena itu, manajer harus bisa melihat kondisi dan situasi yang terjadi diantara para pegawainya. Manajer harus bisa menciptakan iklim yang harmonis agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
            Stres kerja juga merupakan salah satu dampak dari adanya konflik kerja. Stres dapat mengganggu karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya. Fathoni (2006: 130) mengatakan, “Stres adalah suatu kondisi keterangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seseorang.” Stres kerja yang dialami oleh karyawan juga dapat dipengaruhi oleh tuntutan perusahaan atau organisasi agar para karyawan meningkatkan prestasi kerja mereka. “Prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan pengalaman dan kesungguhan waktu.”(Hasibuan, 2012: 16). Jika karyawan tidak bisa menghadapi stres maka yang terjadi adalah karyawan akan mengalami frustasi. Fathoni (2006: 131) mengatakan, “Frustasi adalah keadaan emosional, ketegangan pikiran, dan perilaku yang tidak terkendalikan dari seseorang, bertindak aneh-aneh yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain.”
            Stres juga dapat muncul karena pekerja tidak bisa mengatasi konflik yang mereka hadapi. Konflik yang tidak bisa teratasi akan menyebabkan pegawai merasa frustasi dan akan sangat berdampak pada kinerjanya dalam perusahaan. Stres mungkin kelihatannya hanya hal sepele. Namun, stres ternyata sulit untuk disembuhkan. Stres yang terjadi pada pekerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Stres dapat disebabkan oleh konflik yang dialami oleh karyawan, tuntutan kerja yang terlalu tinggi, dan masalah kehidupan rumahtangga atau pribadi pekerja yang terbawa ke suasana pekerjaan.
            Pekerja yang tidak dapat mengatasi stres akan menyebabkan pekerjaan yang ia kerjakan mengalami kegagalan. Kegagalan akan menyebabkan perusahaan mengalami kemunduran dalam perkembangan menuju tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Perusahaan yang mengalami kemunduran akan mencari tahu apa penyebab dari kemunduran tersebut. Saat perusahaan menemukan penyebab dari kemunduran adalah stres yang dialami pekerja. Bukan tidak mungkin kalau pekerja tersebut akan dipecat. Pekerja harus dapat mengatasi stres yang mereka alami. Pekerja yang mengalami stres harus mengambil cuti untuk beberapa hari dan menenangkan diri untuk menciptakan kondisi yang segar kembali dan siap untuk bekerja. Stres akan teratasi jika pekerja dapat mengendalikan diri mereka dan menenangkan hati. Apabila stres dapat teratasi maka pekerja akan dapat bekerja lagi dengan performa terbaiknya. Pekerja akan memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan dan akan menciptakan susana yang harmonis dalam lingkungan kerja.
            Pentingnya Manajemen perlu untuk dibahas dan dikaji secara lebih lanjut. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis mengangkat judul tentang Pentingnya Manajemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar