PENTINGNYA
MANAJEMEN
Manajemen sangat penting untuk
diterapkan di sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen yang baik akan
membuat peusahaan atau organisasi berjalan dengan baik. Manajemen membuat perusahaan
atau organisasi menjadi mudah dalam membagi pekerjaan kepada setiap karyawan.
Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Hal itu diperkuat oleh Stoner (dalam Nicho) mengatakan,
“Ilmu
manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga
menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk memcapai tujuan yang
ditetapkan.” (http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html)
Dengan
adanya manajemen, perusahaan atau organisasi dapat menjalankan kegiatannya
dengan lebih efektif dan efisien.
Manajemen selain sebagai sebuah
proses juga diartikan sebagai sebuah seni. Rangkaian dari setiap kegiatan yang
dilakukan memberikan sebuah kombinasi warna yang indah. Sesuatu yang indah bisa
dikatakan sebagai sebuah seni. Seni di sini merupakan kumpulan dari pekerjaan
yang dilakukan oleh orang lain yang menimbulkan sebuah kesinambungan. Appley (dalam
Nicho) mengatakan, “Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang
diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain.” (http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-manajemen.html). Setiap perusahaan memiliki manajemen yang
berbeda-beda. Hal ini berarti setiap perusahaan atau organisasi memiliki seni
yang berbeda-beda.
Dalam sebuah manajemen terdapat
sebuah proses fungsi manajemen. Proses fungsi manajemen tersebut umumnya
terbagi menjadi 4 tahap yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian.
Perencanaan adalah sebuah proses
mendifinisikan tujuan dari organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan tersebut dan merancang aktivitas kerja organisasi tersebut. Perencanaan
bisa diartikan upaya dalam mengantisipasi adanya kecenderungan di masa
mendatang dan penentuan sebuah strategi yang tepat agar bisa merealisasikan
tujuan organisasi.
Pengorganisasian adalah proses yang
meliputi bagaimana strategi yang sudah dirumuskan pada saat tahap perencanaan
digambarkan pada sebuah struktur organisasi yang tangguh, sesuai, dan
lingkungan yang kondusif. Pengorganisasian bisa memberikan kepastian bahwa
pihak pihak yang berada dalam organisasi bisa bekerja bersama sama dengan
efektif dan efisien.
Pengarahan adalah tahap dimana program diimplementasikan supaya
bisa dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi. Pengarahan
sebuah upaya dalam memotivasi pihak pihak tersebut agar bisa melaksanakan
tanggung jawabnya dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat
tinggi.
Pengendalian adalah upaya untuk
memastikan semua kegiatan yang dijalankan bisa berjalan dengan semestinya,
sesuai dengan tahap dan target yang telah ditetapkan walaupun ada beberapa
perubahan perubahan minor yang bisa terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.
Manajemen memiliki 4 jenis divisi.
Setiap divisi memiliki kedudukan yang sama dan bekerja sesuai dengan divisinya
masing masing. Divisi tersebut adalah Manajemen Keuangan, Manajemen SDM, Manajemen Produksi, dan Manajemen Pemasaran.
Manajemen Keuangan adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan
bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis
yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya
merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana
modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan.
Manajemen SDM adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya
untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita
jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat
dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang
senantiasa konstan ataupun bertambah.
Manajemen Produksi adalah penerapan
manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan
standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi
yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir
yang dihasilkan dalam proses produks.
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk
mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan konsumen, dan bagaimana cara
pemenuhannya dapat diwujudkan.
Manajemen yang baik akan membuat
perusahan berjalan dengan baik. Namun terkadang muncul konflik yang tidak
diinginkan. Konflik tersebut bisa terjadi di antara pekerja atau pekerja dengan
perusahaan. Winardi (2012: 9) mengemukakan bahwa, “Konflik adalah oposisi atau
pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok atau
organisasi-organisasi”. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2012: 9) mengemukakan,
“Konflik merupakan perjuangan antara kebutuhan, keiinginan, gagasan,
kepentingan ataupun pihak saling bertentangan, sebagai akibat dari adanya
perbedaan sasaran (goals), nilai (values), pikiran (cognition),
perasaan (affect), dan perilaku (behafior).” Apapun konflik yang
terjadi perusahaan atau organisasi harus mampu mengatasinya gar perusahaan atau
organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Konflik yang sering terjadi di dalam
sebuah perusahaan biasanya adalah konflik antar pekerja. Konflik ini biasanya
dipicu oleh hal-hal sepele. Pemicu yang sering terjadi adalah persaingan kerja
antar pekerja agar diperhatikan oleh atasan dan kemampuannya diakui. Antara dua
pekerja yang terlibat konflik ini akan menunjukan kelebihan masing-masing.
Mereka akan menunjukan apa yang dapat mereka lakukan lebih baik dari
saingannya. Hal ini akan berujung pada saling menjatuhkannya antara pekerja
yang satu dengan pekerja lainnya. Jika hal ini sudah terjadi maka, persaingan
yang tidak sehat pasti akan terjadi. Dengan persaingan yang tidak sehat, para pekerja
akan menciptakan iklim yang tidak harmonis dan tidak ada hubungan ptner kerja
yang baik.
Konflik
tersebut akan berpengaruh terhadap perusahaan. Adanya konflik akan menyebabkan
kinerja para pekerja menjadi kurang maksimal. Mereka menjadi sibuk untuk
menjatuhkan lawan kerja mereka dan bukan mementingkan tujuan perusahaan.
Konflik ini akan menyebabkan produktifitas perusahaan menjadi menurun. Hasil
produksi menurun atau penjualan yang semakin menurun. Bukan tidak mungkin kalau
hal tersebut akan nterjadi bersamaan dan dapat menyebabkan perusahaan menjadi
bangkrut. Oleh karena itu, manajer harus bisa melihat kondisi dan situasi yang
terjadi diantara para pegawainya. Manajer harus bisa menciptakan iklim yang
harmonis agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Stres kerja juga merupakan salah
satu dampak dari adanya konflik kerja. Stres dapat mengganggu karyawan dalam
mengerjakan pekerjaannya. Fathoni (2006: 130) mengatakan, “Stres adalah suatu
kondisi keterangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi
seseorang.” Stres kerja yang dialami oleh karyawan juga dapat dipengaruhi oleh
tuntutan perusahaan atau organisasi agar para karyawan meningkatkan prestasi
kerja mereka. “Prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai karyawan dalam
melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas
kecakapan pengalaman dan kesungguhan waktu.”(Hasibuan, 2012: 16). Jika karyawan
tidak bisa menghadapi stres maka yang terjadi adalah karyawan akan mengalami
frustasi. Fathoni (2006: 131) mengatakan, “Frustasi adalah keadaan emosional,
ketegangan pikiran, dan perilaku yang tidak terkendalikan dari seseorang,
bertindak aneh-aneh yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain.”
Stres juga dapat muncul karena
pekerja tidak bisa mengatasi konflik yang mereka hadapi. Konflik yang tidak
bisa teratasi akan menyebabkan pegawai merasa frustasi dan akan sangat
berdampak pada kinerjanya dalam perusahaan. Stres mungkin kelihatannya hanya
hal sepele. Namun, stres ternyata sulit untuk disembuhkan. Stres yang terjadi
pada pekerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Stres dapat disebabkan oleh
konflik yang dialami oleh karyawan, tuntutan kerja yang terlalu tinggi, dan
masalah kehidupan rumahtangga atau pribadi pekerja yang terbawa ke suasana
pekerjaan.
Pekerja yang tidak dapat mengatasi
stres akan menyebabkan pekerjaan yang ia kerjakan mengalami kegagalan.
Kegagalan akan menyebabkan perusahaan mengalami kemunduran dalam perkembangan
menuju tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Perusahaan yang mengalami
kemunduran akan mencari tahu apa penyebab dari kemunduran tersebut. Saat
perusahaan menemukan penyebab dari kemunduran adalah stres yang dialami pekerja.
Bukan tidak mungkin kalau pekerja tersebut akan dipecat. Pekerja harus dapat
mengatasi stres yang mereka alami. Pekerja yang mengalami stres harus mengambil
cuti untuk beberapa hari dan menenangkan diri untuk menciptakan kondisi yang
segar kembali dan siap untuk bekerja. Stres akan teratasi jika pekerja dapat
mengendalikan diri mereka dan menenangkan hati. Apabila stres dapat teratasi
maka pekerja akan dapat bekerja lagi dengan performa terbaiknya. Pekerja akan
memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan dan akan menciptakan susana yang
harmonis dalam lingkungan kerja.
Pentingnya Manajemen perlu untuk
dibahas dan dikaji secara lebih lanjut. Oleh karena itu, dalam makalah ini
penulis mengangkat judul tentang Pentingnya Manajemen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar