Minggu, 18 Februari 2018

Pengertian dan Dimensi Ideologi



Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata Yunani idein yang berarti  melihat,  atau idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan, buah pikiran. logika yang  berarti  ajaran.  Atau Logos yang berarti ilmu.

Pengertian Ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan, seperti :
  1. Bidang  politik,  termasuk  bidang  hukum,  pertahanan dan     keamanan.
  2. Bidang sosial
  3. Bidang kebudayaan
  4. Bidang keagamaan. 
Istilah ideologi pertama kali digunakan oleh seorang filsuf Perancis, Destutt de Tracy, pada tahun 1796. Destutt de Tracy menggunakan kata ideologi untuk menunjuk pada suatu bidang ilmu yang otonom, ialah analisis ilmiah dari berpikir manusia, otonom dalam arti lepas dari metafisika tetapi juga untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap  sebagai  visi  yang  komprehensif,  sebagai  cara memandang  segala  sesuatu, sebagai akal sehat dan beberapa kecenderungan filosofis, atau sebagai serangkaian ide yang dikemukakan oleh kelas masyarakat yang dominan kepada seluruh anggota masyarakat.

Ideologi merupakan sistem keyakinan yang  menyembunyikan  kontradiksi-kontradiksi  internalnya. Artinya, dalam setiap ideologi disembunyikan kontradiksi- kontradiksi dalam ajaran-ajarannya. Misalnya, di dalam ajaran demokrasi liberal terdapat kelemahan-kelemahan yang merugikan sesama manusia dalam pemberian kesempatan untuk berkembang. Manusia yang gagal merupakan orang-orang yang tidak mampu mencapai kesuksesan dan bukan kontradiksi dalam sistem ekonomi itu sendiri.

Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli
  1. Menurut Francis Bacon Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.
  2. Menurut Gunawan Setiardjo  Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
  3. Menurut Taqiyuddin An-Nabhani Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah dan thariqah.
  4. Menurut Destutt de Tracy Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu. Menurut Descartes Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.
  5. Menurut Napoleon Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya. Muhammad Menurut Ismail Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau ke mana alam, manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya
  6. Menurut Machiavelli Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
  7. Menurut Karl Marx Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
  8. Menurut Thomas H Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
  9. Menurut Dr. Hafidh Shaleh Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.
Hal Yang Mempengaruhi Ideologi
  1. Ekonomi sebagai basisnya
  2. Kelas yang berkuasa
  3. Kekuasaan represif
  4. Sesuatu yang berlawanan dengan kebenaran sejati.
Ideologi  juga  dapat  didefinisikan  sebagai  aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Dalam artian akidah ialah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan sebelum dan sesudah alam kehidupan.Dapat dikatakan ideologi apabila memiliki dua syarat, yaitu:
  1. Ide yang meliputi aqidah 'aqliyyah dan
  2. penyelesaian masalah hidup
 


DIMENSI IDEOLOGI

Sebuah ideologi yang telah menjdai keyakinan dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi luntur atau pudar seiring perkembangan zaman.Hal tersebut tergantung pada daya tahan Ideologi. Ideologi akan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman,apabila mempunyai tiga dimensi,yaitu:

A.   Dimensi Realita

Dimensi ini menunjuk pada kemampuan ideologi untuk mencerminkan realita yang hidup dalam masyarakat, di mana ia muncul untuk pertama kalinya, paling kurang realita pada saat-saat awal kelahirannya

B.   Dimensi Idealisme

Dimensi Idealisme adalah kadar/kualitas idealisme yang terkandung di dalam iseologi atau nila-nilai dasarnya. Kualitas itu menentukan kemampuan ideologi dalam memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada dalam masyarakat untuk mempunyai dan membina kehidupan bersama secara lebih baik dan membangun suatu masa depan secara lebih cerah.

C.   Dimensi Fleksibilitas

Yaitu kemampuan ideologi dalam memengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakat. Memengaruhi berarti ikut mewarnai proses pengembangan, sedangkan menyesuaikan diri berarti bahwa masyarakat berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap nilai-nilai daasar dari ideologi sesuai dengan realita-realita baru yang muncul dan yang harus mereka hadapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar