Kamis, 22 Februari 2018

PRODUKTIVITAS DAN MUTU



PRODUKTIVITAS DAN MUTU
Sumber Daya Yang Digunakan Dalam Proses Produksi
Manjemen produksi adalah kegiatan mengelola secara optimal penggunaan sumber daya (factor produksi) dalam proses transformasi menjadi produk barang dan jasa.
Ketika sebuah perusahaan memproduksi produk barang atau jasa, maka perusahaan membutuhkan proses produksi disebut pula proses konversi atau serangkaian pekerjaan di mana sumber daya digunakan untuk memproduksi suatu barang atau jasa.
Banyak kemungkinan proses produksi mengakibatkan diproduksinya suatu produk yang spesifik. Jadi, manajemen produksi yang efektif atau manajemen operasi  ditujukan untuk mengembangkan proses produksi yang efisien (relatif rendah biayanya) dan bermutu tinggi guna menghasilkan produk barang dan jasa yang spesifik.
-          Sumber daya manusia, Tenaga ahli diperlukan untuk beberapa bentuk produksi, namun untuk bentuk-bentuk produksi yang lain, dapat digunakan tenaga kerja tidak ahli.
-          Bahan baku, Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi normalnya diubah oleh sumber daya manusia perusahaan menjadi suatu produk akhir.
-          Sumber daya lain, Sumber daya lain dapat berupa bangunan, mesin, peralatan dan lain-lain.
Mengkombinasikan Berbagai Sumber Daya untuk Produksi
Stasiun kerja adalah area dimana satu atau beberapa orang karyawan diberikan pekerjaan tertentu. Stasiun kerja membutuhkan mesin dan peralatan sekaligus juga karyawan.
Suatu lini perakitan  terdiri atas serangkaian stasiun kerja di mana setiap stasiun kerja dirancang untuk mengerjakan tahapan-tahapan tertentu dari proses produksi. Produksi dari satu produk tunggal mungkin membutuhkan beberapa stasiun kerja, di mana setiap stasiun menggunakan karyawan, mesin, dan bahan baku. Karena biaya dari semua sumber daya tersebut berikut bangunannya dapat cukup substansial jumlahnya, manajemen produksi yang efisien akan dapat diubah menjadi laba yang lebih tinggi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi
-          Biaya ruang kerja
-          Biaya tenaga kerja
-          Insentif pajak
-          Sumber permintaan akan produk yang diproduksi
-          Akses transportasi
-          Pasokan tenaga kerja
Masalah-masalahyang dihadapi industry dalam memilih lokasi:
·         Dekat dengan sumber material
·         Dekat dengan pasar
·         Mudah mendapat tenaga kerja
·         Mudah fasilitas transportasi
·         Mudah memperoleh air
·         Sikap pemerintah setempat dan masyarakatnya
Kita dapat menggunakan matriks evaluasi lokasi dengan memberikan nilai peringkat bagi faktor-faktor yang relevan dan mendapatkan total peringkat untuk setiap kemungkinan lokasi.
Memilih desain dan tata ruang
Setelah perusahaan memilih satu lokasi untuk pabrik manufaktur atau kantornya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan desain dan tata ruanganya. Desain menunjukan ukuran dan struktur dari pabrik atau kantor. Tata ruang adalah pengaturan mesin dan peralatan dalam pabrik atau kantor tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi desain dan tata ruang
-          Karakteristik lokasi, keputusan desain dan tata ruang tergantung pada beberapa karakteristik dari lokasi yang dipilih. Sebagai contoh, jika lokasi berada di daerah dengan harga tanah yang tinggi, maka perusahaan mungkin akan mendesain bangunan bertingkat sehingga hanya membutuhkan sedikit tanah. Tata ruang pabrik selanjutnya akan dipengaruhi oleh desain bangunan ini.
-          Proses produksi
1.      Tata ruang produk, tata ruang dimana pekerjaan-pekerjaan diposisikan sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.
2.      Tata ruang posisi tetap, tata ruang di mana para karyawan mendatangi posisi produk, dan bukannya menunggu produk tersebut datang kepada mereka.
3.      Pabrikasi fleksibel, proses produksi yang dapat dengan mudah disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan masa mendatang.
-          Lini produk, perusahaan dengan lini produk yang sempit akan memusatkan perhatian pada produksi satu atau sedikit produk saja, yang memungkinkan perusahaan melakukan spesialisasi. Perusahaan dengan lini produk yang luas menawarkan beragam jenis produk.
-          Kapasitas produksi yang diinginkan, ketika merencanakan baik itu desain maupun tata ruang, kapasitas produksi yang diinginkan oleh perusahaan (tingkat produksi maksimum yang mungkin dicapai) harus ikut dipertimbangkan. Kebanyak perusahaan mencoba untuk merencanakan pertumbuhan dengan memberikan fleksibelitas untuk meningkatkan kapasitas produksi dari waktu ke waktu. Desain bangunan memungkinkan ditambahkannya tingkat. Tata ruang yang baik dapat membuka lebih banyak tempat yang dapat digunakan dalam peningkatan produksi.
Ada 3 pola layout yaitu:
1.      Layout fungsional
Layout fungsional disebut juga layout proses atau job lot, artinya pengelompokan mesin berdasarkan pekerjaan sejenis.
2.      Layout produk
Layout produk disebut juga layout garis. Untuk pola layout ini, mesin-mesin ditempatkan berurutan menurut proses produksi yang akan dilewati, mulai dari bahan baku sampai menjadi produk akhir.

3.      Layout kelompok
Dalam hal ini mesin ditempatkan menurut kelompok produk. Dalam pengelompokan ini produk dikerjakan sampai tuntas sehingga menghemat biaya dan waktu pengangkutan transport intern. Ini juga disebut dengan pengelompokan system full group, artinya mesin ditempatkan satu jenis yang mengerjakan pekerjaan sampai selesai.
Pengendalian produksi
-          Pembelian bahan baku
Memilih pemasok bahan baku, dalam melakukan pilihan di antara beberapa pemasok, perusahaan akan mempertimbangkan berbagai karakteristik seperti misalnya harga, kecepatan, mutu, pelayanan dan ketersediaan kredit.
Mendapatkan potongan harga, perusahaan yang membeli bahan baku dalam jumlah besar kepada pemasoknya mungkin dapat memperoleh harga diskon atas bahan baku tersebut sekaligus tetap dapat mempertahankan mutu.
Mendelegasikan produksi kepada pemasok, perusahaan-perusahaan manufaktur pada umumnya menggunakan outsourcing; yaitu perusahaan membeli bagian-bagian produk dari pemasok dan bukannya memproduksi bagian-bagian tersebut sendiri, apabila pemasok dapat memproduksi produk dengan biaya lebih murah daripada pabrik yang memproduksi, maka perusahaan akan mendelegasikan sebagian proses produksinya kepada para pemasok.
-          Pengendalian persediaan, yaitu proses mengelola persediaan pada tingkat yang akan meminimalkan biaya.
Pengendalian persediaan bahan baku, saat perusahaan menanggung persedian haban baku yang berlebihan, hal ini akan menyebabkan naiknya biaya penyimpanan yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memelihara (menyimpan) persediaan. Dan jua biaya pemesanan yaitu biaya-biaya yang terkait dengan pemesanan persediaan bahan baku.
Metode untuk mengurangi biaya :
·         Just-in-time (JIT), sistem yang mencoba untuk mengurangi persediaan bahan baku ke tingkat yang paling minimum dengan sering melakukan pemesanan bahan baku dalam jumlah kecil.
·         Perencanaan kebutuhan bahan baku (MRP), proses untuk memastikan telah tersedianya bahan baku bilamana dibutuhkan.
Pengendalian persediaan barang dalam proses, perusahaan juga harus mengelola persediaan barang dalam proses yaitu persediaan barang-barang setengah jadi. Perusahaan mencoba untuk terhindar dari kekurangan semua jenis persediaan. Konsekuensi langsung dari kekurangan persediaan bahan baku atau barang dalam proses adalah gangguan dalam produksi. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan produk akhir, dan menyebabkan hilangnya penjualan.
Pengendalian persediaan barang jadi, jika diantisipasi akan terjadi kelebihan pasokan produk, perusahaan dapat menghindari persediaan yang berlebihan dengan melakukan pengarahan ulang berbagai sumber daya yang dimilikinya ke arah produksi produk-produk lain.
-          Pengaturan rute, urutan-urutan pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi suatu produk.
-          Penjadwalan, tindakan penentuan periode waktu untuk masing-masing pekerjaan dalam proses produksi.
-          Pengendalian mutu, proses untuk memastikan apakan mutu dari suatu produk telah memenuhi tingkat mutu yang diinginkan. Jenis bantuan yang dibutuhkan perusahaan adalah :
·         Pengendalian oleh karyawan
·         Pengendalian melalui pengambilan contoh
·         Pengendalian melalui pengawasan keluhan
·         Memperbaiki kekurangan
Ada 4 macam langkah pengawasan produksi, yaitu:
1.      Planning
Pekerjaan planning tidak hanya meletakkan prosedur dan tujuan proses, tetapi lebih terperinci. Misalnya, tipe dan jumlah material yang diperlukan harus ditetapkan sebelumnya oleh bagian produksi.
2.      Routing
Pengawasan atas tingkat pekerjaan tertentu dinamakan Routing. Jika pekerjaan produk menggunakan beberapa mesin dan mesin-mesin itu digunakan untuk berbagai proses yang berbeda, dapat dibayangkan bagaimana pentingnya routing ditetapkan.
Routing (jalan) yang ditempuh dalam perusahaan oleh bahn atau barang produksi harus rasional dan efesien.
3.      Scheduling
Tujuan scheduling ialah menjaga kelancaran pekerjaan, menghindarkan konflik dan kelalaian dalam menggunakan mesin, dan membuat tabel waktu kapan bahan mentah diperlukan, kapan hasil jadi harus siap. Agar tidak ada kekurangan waktu atau pekerjaan yang terlambat.
Ada beberapa konsep scheduling yaitu:
·         Master scheduling, yaitu penetapan waktu untuk seluruh proses produksi
·         Operating scheduling, yaitu penetapan waktu untuk sebagian proses produksi
·         Detail operating scheduling, yaitu bagian dari sebagian proses produksi.
Penetapan waktu scheduling
Ø  Forward scheduling: berdasarka tanggal permulaan operasi sampai tanggal harus selesai pekerjaan.
Ø  Backward scheduling: dalam hal ini harus diketahui lebih dulu, kapan pekerjaan harus selesai dan diserahkan, kemudian baru ditetapkan tanggal permulaan pekerjaan.
4.      Dispatching
Orang yang bertanggung jawab dalam dispatching harus menjaga waktu mulai tugas dan waktu selesainya suatu pekerjaan. Dia harus menyerahkan perintah pekerjaan, dan laporan pekerjaan selesai. Dia juga melihat kemajuan pekerjaan sesuai dengan kartu routingda schedule. Dia harus menghindari mesin yang menganggur dengan menerbitkan perintah-perintah kerja baru.
Metode-metode untuk meningkatkan efisiensi produksi
-          Otomatisasi, pekerjaan-pekerjaan yang diselesaikan oleh mesin tanpa menggunakan tenaga manusia.
-          Skala ekonomis, perusahaan juga dapat mengurangi biaya dengan mencapai skala ekonomis, yaitu biaya rata-rata yang lebih rendah yang timbul akan melakukan produksi dalam jumlah yang lebih besar.
-          Restrukturisasi, berkaitan dengan perubahan proses produksi sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi.
Karakteristik dari industri modern sekarang ialah adanya mekanisasi.
Mekanisasi
Industri besar sekarang banyak menggunakan mesin. Penggunaan tenaga mesin sangat meningkatkan produktivitas total dan juga produktivitas per tenaga manusia. Mekanisasi juga meningkatkan mutu dan menjaga keseragaman atau uniformitas hasil produksi.
Usaha besar-besaran
Penggunaan mesin meberi kesempatan untuk membuka usaha secara besar-besaran dengan produksi massal. Harga pokok ditekan, harga jual ditekan, barang makin larisdan keuntungan makin berlipat ganda.
Ban berjalan, conveyor belt, Lopende band
Ini digunakan untuk mengangkut bahan yang akan dikerjakan dari satu proses ke proses berikutnya. Penggunaan Lopende band sangat menghemat transport intern, mempercepat jalannya proses produksi.
Normalisasi
Maksudnya ialah tipisasi untuk seluruh cabang produksi dengan kata lain mengadakan kesatuan dalam beberapa sifat teknis barang atau bagian-bagiannya.
Tipisasi
Membatasi jumlah perbedaan yang terdapat pada hasil produksi, sehingga menjadi beberapa tipe saja. Misalnya pabrik mobil Toyota memproduksi mobil dari beberapa tipe saja.
Standardisasi
Standardisasi dalam industri berarti membuat keseragaman bentuk yang selalu diikuti. Adanya spesialisasi memungkinkan pelaksanaan spesialisasi pekerjaan.
Spesialisasi
Orang yang membangun rumah, mencari tenaga ahli mulai dari mendisain gambar, mengukur tanah, menggali, tukang tembok, tukang kayu, ahli listrik, ahli air dan sebagainya. Demikian pula spesialisasi terjadi dalam lingkungan pabrik. Tenaga kerja bekerja secara spesialisasi, tetapi mereka bekerja dengan terkoordinasi. Mekanisasi, usaha besar dan standardisasi bekerja bersama-sama dengan spesialisasi tenaga kerja.
Otomasi (Automation)
Otomasi memungkinkan membuat hasil maksimal dari pekerjaan spesialisasi. Otomasi ialah pekerjaan otomatis dari mesin-mesindalam keseluruhan proses produksi, tanpa bantuan tenaga manusia.
1.      Macam-macam Proses Produksi
·         Proses Ekstraktif: metode pengambilan material seperti pertambangan garam, batu bara, tembaga, seng dan sebagainya. Beberapa bahan tambang seperti magnesium, chlorine dan sodium diambil dari laut. Nitrogen dan oksigen diambil dari udara.
·         Proses Analisis: mencakup pemecahan material menjadi beberapa produk. Misalnya pertambangan minyak setelah menggali minyak bumi, dialirkan kemudian dipisahkan menjadi gas, oli, bensin, aspal, parafin dan berbagai jenis produk lainnya.
·         Proses sintesis: ini berarti menghimpun berbagai material menjadi satu hasil produksi. Ini adalah lawan dari proses analitis, misalnya produk rayon, karet dan plastik, dihasilkan secara sintetis. Proses ini memerlukan berbagai bahan mentah.
·         Proses fabricating: dalam proses ini bahn baku dirubah menjadi bentuk yang berbeda. Pabrik mobil atau pabrik pesawat terbang, menggunakan lempeng metal dan dibentuk menjadi badan pesawat atau badan mobil. Melalui proses fabricating ini dilakukan perubahan bentuk sehingga menghasilkan barang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar