1. “Apa ada hal lain lagi yang tidak tertulis dalam CV-mu?”
Setiap orang pasti menuliskan hal-hal baik yang menonjolkan kelebihan di CV masing-masing. Tapi Richard Branson, Founder Virgin Group merasa kalau mempekerjakan seseorang hanya berdasarkan apa yang tertulis di CV, apa gunanya lagi ada wawancara? Karenanya, ia menanyakan pertanyaan ini untuk menggali karakter kandidat lebih dalam.
2. “Apa satu hal yang kamu rasa benar, tapi kebanyakan orang tidak setuju denganmu?”
Co-founder Paypal Peter Thiel mencari kandidat yang tidak takut untuk mengekspresikan isi benak dan kepercayaan mereka, bahkan jika terancam tentangan dari luar.
3. “Apa kamu orang terpintar yang kamu kenal?”
Executive Chairman sekaligus CTO Oracle Larry Ellison mencari kandidat terbaik yang percaya diri dengan pertanyaan ini. Konon jika dijawab “ya”, maka kandidat akan dipekerjakan dan jika dijawab “tidak”, tim Oracle akan kembali bertanya siapa orang terpintar yang mereka kenal dan mencoba mempekerjakan orang tersebut.
4. “Kamu berdiri di permukaan bumi. Kamu berjalan satu mil ke arah selatan, satu mil ke arah barat, satu mil ke arah utara, dan kamu berada pada posisi yang sama. Di manakah kamu?”
Dalam buku biografinya, tertulis bahwa Elon Musk yang mengepalai Tesla dan SpaceX gemar mengajukan pertanyaan yang menguji kecerdasan dan kreativitas kandidat, seperti pertanyaan ini.
5.
“Siapa individu yang dianggap ahli dalam bidang pekerjaanmu di dunia?”
Pertanyaan ini adalah salah satu dari sederet pertanyaan wawancara jika Anda
menghadapi Founder Dropbox, Adam Bryant. Kesemuanya dirancang untuk mendapatkan
pegawai yang ambisius, haus belajar dan berkembang, dan passionate
untuk menjadi yang terbaik di bidangnya.6. “Coba ceritakan tentang empat orang yang perjalanan kariernya telah kamu bantu kembangkan.”
Menurut Jay Parikh, Global Head of Engineering and Infrastructure Facebook, kandidat yang ingin bekerja di raksasa media sosial ini perlu paham bahwa mereka harus terlebih dulu memprioritaskan perusahaan dan tim, baru diri sendiri. Karenanya, pertanyaan ini ditujukan untuk menemukan kandidat yang paham betul pentingnya kepemimpinan yang baik dan kerja sama tim.
7. “Ceritakan pengalamanmu ketika kamu memecahkan sebuah permasalahan analitis yang sulit”
Google terkenal dengan pertanyaannya yang rumit dan terkesan nyeleneh. Namun kini menurut Kepala HR Laszlo Bock, mereka mulai beralih ke tipe pertanyaan yang mengarah ke pemahaman tingkah laku manusia. Salah satunya adalah pertanyaan ini, yang menguji cara kandidat berinteraksi dengan situasi pelik di dunia nyata dan memahami cara mereka mendefinisikan “permasalahan sulit”.
8. “Apa properti favoritmu di permainan Monopoly dan mengapa?”
Ken Moelis, Founder dan CEO dari bank investasi Moelis & Co menggunakan pertanyaan ini untuk menguji kandidat pemegang MBA yang melamar ke perusahaannya. Menurutnya, jawaban para kandidat akan merefleksikan pandangan mereka terhadap konsep risiko dan keuntungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar