Senin, 12 Februari 2018

DOWNSIZING (Pengantar Manajemen)



 DOWNSIZING
A. Pengertian Downsizing
Salah satu cara untuk mengubah struktur organisasi yaitu dengan cara melakukan Downsizing. Downsizing adalah prubahan struktur yang dilakukan sebuah perusahaan dengan tidak mengurangi keefektifan produktifitas dari perusahaan itu sendiri untuk mengurangi jumlah tenaga kerja yang dianggap sudah tidak efektif atau bahkan jumlah unit operasi. Bahasa kasarannya ialah PHK. Ada beberapa penyebab yang menjadikan sebuah perusahaan melakukan downsizing :
  1. Krisi ekonomi yang dalami oleh perusahaan
  2. Pendapatan perusahaan lebih kecil ketimbang pengeluaran
  3. Jumlah tenga kerja yang terlampau banyak
  4. Butuh tenaga kerja yang lebih professional dan personalia yang baru
  5. Perusahaan ingin membuka cabang baru

B. Dampak Downsizing
Pelaksanaan downsizing menyebabkan bertambahnya angka pengangguran yang terjadi dalam negara yang bersangkutan, bagi pihak yang di PHK, hal ini mengurangi komitmen mereka dalam mengkonsumsi maupun memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan dahulu mereka bekerja. Para pekerja akan memprepsikan bahwa perusahaan tidak adil dan kurang fair sehingga menurunkan keterampilan dan produktivitas mereka dalam dunia kerja.
"Kurangnya komitmen ini tidak hanya berdampak pada naiknya absensi dan menurunnya ketekunan, tapi juga menurunnya produktivitas. Inilah yang menyebabkan perusahaan gagal mencapai tujuan downsizing (Meyer et al., 1998; Lâmsâ & Savolainen, 2000; Knudsen et al., 2003)".


C. Pensiun Dini
Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa downsizing adalah proses pengurangan pegawai. Beberapa cara pengurangan pegawai diantaranya adalah layoff, termination, early retirement inducement, voluntary resignation inducement (Byars, 2005). Saat ini, cara yang umum dilakukan pada perusahaan adalah early retirement inducement (suatu program rangsangan untuk pensiun dini), hal ini dapat dilihat dengan adanya reaksi yang positif dari pasar usaha, karena investor menyukai terjadinya pengurangan biaya perusahaan dalam jangka waktu singkat dibandingkan harus menunggu dalam jangka waktu yang relatif lama (Dessler, 2002).

Berbagai Isu Kontemporer Seputar Perkembangan Ilmu Manajemen. Sebagaimana diterangkan sebelumnya, berbagai pendekatan dalam manajemen hingga sekarang ini terus bermunculan. Apakah pendekatan tersebut merupakan sebuah rekontruksi atas teori manajemen yang terdahulu maupun tekontruksi atas teori manajemen yang terdahulu maupun tawaran pendekatan baru dalam ilmu manajemen. Di antara berbagai isu seputar ilmu manajemen adalah di antaranya mengenai konsep Diversity Management, Teknologi Informasi, Globalisasi, Etika dan Tanggung Jawab Sosial, Management for Quality, hingga Ekonomi Jasa (Service Economy). Berikut akan diperkenalkan konsep dasar dari berbagai isu tersebut.

DOWNSIZING. Konsep dasar downsizing adalah bahwa organisasi berusaha untuk meningkatkan efisiensi dengan melakukan pengecilan bentuk organisasinya melalui di antaranya pengurangan jumlah pekerjanya atau jumlah anggotanya. Konsep downsizing juga semakin diterapkan sebagai salah satu adanya kemajuan teknologi di mana berbagai pekerjaan saat ini tidak lagi harus dilakukan oleh orang, akan tetapi oleh mesin. Namun, kemajuan ini menimbulkan adanya ekses kehilangan pekerjaan dari sebagian masyarakat, yang tidak mustahil akan memberikan tantangan besar bagi perekonomian sebuah negara.

DEVERSITY MANAGEMENT. Konsep dasar diversity management atau mengelola perbedaan adalah bagaimana manajemen dalam organisasi mampu mengelola berbagai perbedaan yang terdapat di dalam organisasi atau perusahaannya. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh adanya perbedaan etnis, agama, karakter dan sisfat, motivasi, hingga perbedaan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bagian yang ada di dalam organisasi. Salah satu isu yang juga penting dalam diversity management ini adalah isu mengenai cross-cultural managment atau manajemen lintas budaya.

TEKNOLOGI INFORMASI. (INFORMATION TECHNOLOGY). Perkembangan yang sangat pesat di seputar teknologi informasi memunculkan beberapa media informasi dan komunikasi seperti Internet, website (world wide web), electronic mail, chatting, dan lain sebagainya yang memunculkan perkembangan terbaru mengenai “ cara orang-orang dan organisasi berinteraksi”. Perkembangan ini memunculkan di antaranya konsep semacam electronic commerce atau e-commerce, di mana berbagai pihak yang melakukan kegiatan bisnis tidak lagi harus melakukan transaksi di tempat tertentu, akan tetapi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Perkembangan ini memberikan tantangan baru bagi para praktisi manajemen untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan di seputar teknologi informasi ini.

GLOBALISASI. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses atau situasi di mana berbagai pihak di seluruh dunia dapat semakin mudah melakukan interaksi tenap harus dibatasi lagi dengan batas-batas regional atau geografis sebuha negara. Misalnya, kita dapat memiliki seluruh organisasi bisnis di negara lain, ataupun orang lain dari negara lain dapat semakin mudah memiliki aset sebuah perusahaan di negara lainnya dan menjual produknya ke negara yang lainnya lagi. Perkembangan globalisasi ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para teoritisi dan praktisi manajemen untuk dapat melakukan penyesuaian secara cepat bagaimana mengaplikasikan konsep-konsep manajemen dalam situasi seperti itu. Perbedaan kultur, budaya, politik, dan lain sebagainya kerapkali menjadi kendala dalam proses globalisasi ini.

ETIKA TANGGUNG JAWAB SOSIAL. Isu-isu seputar korupsi dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, kemudian isu-isu mengenai kerusakan lingkungan, penipuan konsumen, dan lain sebagainya menjadi isu utama dalam hal etika dan tanggung jawab sosial dari sebuah organisasi. Sebuah organisasi yang berharap dapat terus beradaptasi dengan lingkungan dengan sendirinya tidak dapat mengabaikan isu-isu tersebut jika ingin terus diterima oleh masyarakat.

MANAGING FOR QUALITY. Teori dan praktik manajemen saat ini juga tidak dapat mengambaikan tercapainya kualitas. Kualitas akan menentukan kompetensi dan kemampuan untuk berkompetisi dengan yang lain, disamping kualitas juga akan menentukan biaya dalam jangka panjang. Kualitas juga merupakan indikator tercapainya produktivitas.

EKONOMI JASA (SERVICE ECONOMY). Perkembangan saat ini semakin menunjukan bahwa kegiatan perekonomian khususnya tidak dapat lagi dilihat sebagai sebuah kegiatan dalam menghasilkan barang melalui kegiatan manufaktur. Kegiatan ekonomi saat ini juga merupakan kegiatan penyediaan jasa bagi para konsumen. Dalam perkembangan ekonomi yang begitu cepat, jasa menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Dengan perkembangan ini, pendekatan manajemen pun tidak lagi hanya terfokus bagaimana melakukan, misalnya, efisiensi dalam proses pembuatan barang di pabrik, akan tetapi juga harus mulai merumuskan bagaimana penyediaan jasa dapat dilakukan secara efektif dan sekaligus juga efisien. Termasuk isu yang terkait dengan ekonomi jasa ini adalah juga mengenai isu hak-hak kekayaan intelektual atau property rights.

1.  Downsizing. Konep dasar downsizing adalah bahwa organisasi berusaha untuk meningkatkan efisiensi dengan melakukan pengecilan bentuk organisasinya melalui diantaranya pengurangan jumlah pekerjanya atau jumlah anggotanya.
2.  Diversity Manajement. Konsep dasar divetrsity manajement atau mengelola perbedaan adalah bagaimana manajemen dalam organisasi mampu mengelola berbagai perbedaan yang terdapat didalam organisasi atau perusahaan.
3.  Teknologi Informasi ( informasi technology ). Perkembangan yang sangat pesat diseputar teknologi informasi memunculkan berbagai media informasi dan komunakasi seperti internet, website ( word wide web ), electronic mail, chatting dan sebagainya, yang memunculkan perkembangan terbaru mengenai ” cara orang-orang dan organusasi berinteraksi ”
4.  Globalisasi. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses atau situasi dimana berbagai pihak diseluruh dunia dapat semakin mudah melakukan interaksi tanpa harus dibatasi lagi dengan batas-batas regional atau geografis sebuah negara.
5.  Etika Dan Tangggung Jawab Sosial. Isu-isu seputar korupsi dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, kemudian isu-isu mengenai kerusakan lingkungan, penipuan konsumen dan lain sebagainya, menjadi isu utama dalam hal etika an tanggung jawab sosial dari sebuah organisasi.
6.  Managing For Quality. Teori dan praktek manajemen saat ini juga tidak dapat mengabaikan tercapainya kualitas.
7.  Ekonomi Jasa ( Service Economy ). Perkembangan saat ini semakin menunjukkan bahwa kegiatan perekonomian khususnya dapat lagi dilihat sebagai sebuah kegiatan dalam menghasilkan barang melalui kegiatan manufaktur. Kegiatan ekonomi saat ini juga merupakan kegiatan penyediaan jasa bagi para konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar