BAB II
PEMBAHASAN
Pengendalian Sisitem Informasi Manajemen
2.1 Pengertian
Pengendalian
Pengendalian menurut Hansen &
Mowen adalah proses penetapan standar dengan menerima umpan balik berupa
kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja
sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan
sebelumnya.
Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dilakukan untuk
menjamin aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
organisasi. Suatu sistem pengendalian memiliki beberapa elemen yang
memungkinkan pengendalian berjalan baik. Elemen-elemen tersebut adalah :
a.
Sensor atau Detektor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang
sedang terjadi dalam suatu proses.
b.
Assesor yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya
dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.
c.
Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh
dari assessor.
d.
Jaringan Komunikasi yakni alat yang mengirim informasi antara detektor dan
assesor dan antara assesor dan efektor.
SIM sebagai suatu sistem yang
terbuka tidak dapat dijamin sebagai suatu system yang bebas
kesalahan,kekurangan, dan penyimpangan umum lainnya. Oleh karena itu,
pengendalian harus diterapkan untuk mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal
yang tidak diinginkan. Pengendalian sistem informasi berguna untuk melindungi
dirinya sendiri dapat terus melangsungkan hidupnya.
2.2 Jenis Pengendalian Sistem Informasi Manajemen
Pengendalian sistem informasi manajemen dapat dikategorikan menjadi
beberapa bagian yaitu :
a.
Pengendalian secara umum (general
control)
Merupakan
pengendalian diluar aplikasi system pengolah data. Pengendalian ini dapat
dikelompokkan menjadi 6 macam yaitu pengendalian organisasi, dokumentasi,
perangkat keras, keamanan fisik, keamanan data dan komunikasi data.
b.
Pengendalian Aplikasi (application
control)
Pengendalian
khusus atau pengendalian aplikasi (application control) adalah sistem
pengendalian inernal komputer yang berkaitan dengan pekerjaan atau kegiatan
tertentu yang telah ditentukan(setiap aplikasi berbeda karakteristik dan
kebutuhan pengendalian), pengendalian yang diterapkan selama proses pengolahan
data berlangsung. Pengendalian ini dapat dikategorikan kedalam 4 kelompok yaitu
:
1.
Pengendalian Masukan dan input controls.
Pengendalian
ini dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kekeliruan dalam tahap masukan
dalam pengolahan data. Pengendalian masukan umumnya menyangkut efisiensi,
persetujuan, masukan terhormat, penandaan, pembatalan, dan lain-lain dalam
proses komputer.
2.
Pengendalian Proses pengolaha data atau proses controls.
Pengendalian
ini mencakup mekanisme, standarisasi, dan lain-lain.
3.
Pengendalian keluaran atau output controls.
Pengendalian
keluaran dirancang untuk memeriksa masukan dan
pemrosesan sehingga berpengaruh terhadap keluaran secara absah dan
pendistribusian keluaran secara memadai. Pengendalian ini mencakup
rekonsiliasi, penyajian umur, suspensi berkas, suspensi account, audit
periodik, laporan ketidaksesuaian dan lipstream resubmissio
4.
Pengendalian file atau database(database controls).
c.
Pengendalian Akses Ke Sistem
Pengendalian Akses Sistem di kelompokan menjadi dua (2) bagian :
1.
Pengendalian Akses Akses Logis
Untuk
membatasi akses logis, sebuah system harus membedakan antara pemakai yang sah
dan pemakai yang tidak sah dengan cara mengecek apa yang dimiliki atau
diketahui oleh para pemakai, dimana para pemakai mengakses system, atau dengan
mengenali karakteristik pribadi.
Cara-cara
untuk membatasi akses logis adalah sbb:
1) Password
2) Identifikasi pribadi. Misalnya:kartu
identitas yang berisi nama, foto, dll
3) Identifikasi biometric. Misalnya; sidik
jari, pola suara, hasil rekaman retina, pola dan bentuk wajah, bau badan, dan pola
tandatangan.
4) Uji Kompatibilitas. Uji kompabilitas harus
dilaksanakan untuk menentukan apakah pemakai tersebut memiliki hak untuk
menggunakan komputer tersebut.
2.
Pengendalian akses Fisik
Kemampuan
untuk menggunakan peralatan computer disebut dengan akses fisik, sedangkan
kemampuan untuk memperoleh akses data perusahaan disebut akses logis. Kedua
akses ini harus dibatasi.
Pengamanan
akses fisik dapat dicapai dengan pengendalian sebagai berikut:
1) Penempatan
computer dalam ruang terkunci dan akses hanya diizinkan untuk karyawan yang sah
saja.
2) Hanya menyediakan
satu atau dua pintu masuk saja pada ruang computer. Pintu masuk harus
senantiasa terkunci dan secara hati-hati dipantau oleh petugas keamanan dan
kalau memungkinkan diawasi dengan menggunakan kamera pengawas
3)
Mensyaratkan identitas karyawan yang jelas, seperti pemakaian badge untuk dapat
lolos melalui pintu akses
4)
Mensyaratkan bahwa setiap pengunjung untuk membubuhkan tanda tangan ditempat yang telah tersedia
setiap akan masuk atau keluar dari lokasi pengolahan data
5) Penggunaan
system alarm untuk mendeteksi akses tidak sah diluar jam kantor
6) Pembatasan
akses ke saluran telepon pribadi, terminal atau PC yang sah
7) Pemasangan
kunci pada PC dan peralatan computer lainnya
d.
Pengendalian Administrasi
Pengendalian
ini bertujuan mengefisiensikan operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya
kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Manajemen yang baik dapat
menghindari perusahaan dari penyelewengan dan kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar