Minggu, 11 Februari 2018

CONTOH KONFLIK ANTAR KARYAWAN



CONTOH KONFLIK ANTAR KARYAWAN
Repost: Konflik Antar Karyawan di Freeport Pengaruhi Produksi Tambang Emas
JAKARTA, RIMANEWS - Konflik antar karyawan di Freeport dinilai bakal mempengaruhi produksi tambang emas yang tahun lalu mencapai 1,79 juta ounce. Perusahaan tambang asal AS itu mesti segera mencari solusi.
Pemerintah meminta PT Free­­port Indonesia (PT FI) dan kar­­­­­yawan duduk bersama men­cari solusi untuk mengatasi aksi mo­gok kerja. Dengan demikian, aksi yang melibatkan Serikat Pe­kerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu bisa diselesaikan dan tidak meng­gang­gu proses produksi per­usa­haan yang beroperasi di da­taran tinggi Mimika, Papua tersebut.
“Kami meminta Freeport me­nye­lesaikan masalah segera. Per­usa­haan dan pekerja harus duduk ber­sama dan membicarakan so­lusi. Ini cara terbaik untuk men­cari jalan keluar,” ujar Dirjen Mineral dan Batubara (Mi­ner­ba) Kemen­terian Energi dan Sum­ber Daya Mineral Tham­rin Sihite dengan nada kesal di Jakarta, kemarin.
Bekas Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Herman Afif menambahkan, Freeport ha­rus segera menyelesaikan konflik ini agar tidak menjalar ke aspek lain, seperti produksi.“Manajemen harus memper­hatikan kewajib­an­nya terhadap karyawan dan se­ba­liknya karya­wan diharapkan da­pat menunjuk­kan tanggung ja­wab­nya, tidak hanya sekedar me­nuntut haknya. Kedua pihak harus saling trans­paran dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan,” saran Herman.
Menurutnya, track record (re­kam jejak) Freeport sudah me­nun­jukkan kebaikan dari sisi upah. Jika dibandingkan per­usa­haan tam­bang lainnya, upah di Free­port tergolong tinggi. “Jika setiap pe­rusahaan tambang ber­ge­jolak akan mempengaruhi ke­dua pihak. Di satu sisi, per­usa­haan butuh karya­wan. Di sisi lain, karyawan jika tidak bekerja di sana, mau kerja di mana lagi,” lanjutnya.Anggota Komisi VII DPR Sat­ya Wira Yudha meyakini, akti­vi­tas produksi akan terganggu se­la­ma aksi mogok kerja ini belum bi­sa di­selesaikan. Dalam jangka pan­­jang, ribuan pekerja yang se­cara bersa­ma-sama mogok akan berpotensi mengurangi pen­da­pat­an negara dari segi pajak dan ro­yalty. Iklim investasi di bidang per­­tambangan juga akan ter­ganggu.
Untuk itu, dia meminta mana­jemen terbuka menyam­paikan hal teknis yang menyangkut upah kar­yawan. Sehingga bisa diban­dingkan, apakah upah yang dibe­rikan sudah sesuai dengan standar upah minimum yang ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja. Sebanyak 8.000 karyawan Free­port mogok kerja karena ma­na­je­men Freeport Indonesia diang­­gap tidak bersedia membu­ka ruang untuk mengadakan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI PT Freeport Indonesia.
Namun, juru bicara Freeport Ram­dani Sirait mengatakan, per­usa­haan telah berusaha untuk me­mulai perundingan PKB untuk pe­riode 2 tahun ke depan yang akan dimulai pada Oktober 2011. Namun, pim­pin­an serikat pekerja tidak ber­temu dengan perusahaan ka­rena terja­dinya kerancuan me­nge­nai perubah­an kepemim­pin­an dalam serikat.Berbeda dengan Ramdani, sa­lah satu pengurus SPSI Freeport Indonesia Virgo Solossa menga­takan, sekitar 8.000 karya­wan yang melakukan aksi mogok kerja itu merupakan kar­yawan daerah produksi, pe­ngo­perasian pabrik dan pengapalan, sehingga saat ini semua kegiatan itu terkendala.“Kegiatan pro­duk­si masih ada, tapi kebanyakan yang melaku­kan itu para pim­pin­an (manaje­men). Alat-alat berat­nya tidak ber­ope­rasi,” ujarnya.Pada 2010, produksi tembaga Freeport di Papua tercatat sebesar 1,22 miliar pon, turun dari 1,41 miliar pon pada 2009. Produksi emas pada 2010 berkurang menjadi 1,79 juta ounce dari 2,57 juta ounce pada 2009. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar