CONTOH
KONFLIK ANTAR KARYAWAN
Repost: Konflik
Antar Karyawan di Freeport Pengaruhi Produksi Tambang Emas
JAKARTA,
RIMANEWS - Konflik antar karyawan di Freeport dinilai bakal mempengaruhi
produksi tambang emas yang tahun lalu mencapai 1,79 juta ounce. Perusahaan tambang
asal AS itu mesti segera mencari solusi.
Pemerintah
meminta PT Freeport Indonesia (PT FI) dan karyawan duduk bersama mencari
solusi untuk mengatasi aksi mogok kerja. Dengan demikian, aksi yang melibatkan
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu bisa diselesaikan dan tidak mengganggu
proses produksi perusahaan yang beroperasi di dataran tinggi Mimika, Papua
tersebut.
“Kami
meminta Freeport menyelesaikan masalah segera. Perusahaan dan pekerja harus
duduk bersama dan membicarakan solusi. Ini cara terbaik untuk mencari jalan
keluar,” ujar Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral Thamrin Sihite dengan nada kesal di Jakarta, kemarin.
Bekas Wakil
Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Herman Afif
menambahkan, Freeport harus segera menyelesaikan konflik ini agar tidak
menjalar ke aspek lain, seperti produksi.“Manajemen harus memperhatikan
kewajibannya terhadap karyawan dan sebaliknya karyawan diharapkan dapat
menunjukkan tanggung jawabnya, tidak hanya sekedar menuntut haknya. Kedua
pihak harus saling transparan dengan menjalin hubungan yang saling
menguntungkan,” saran Herman.
Menurutnya,
track record (rekam jejak) Freeport sudah menunjukkan kebaikan dari sisi
upah. Jika dibandingkan perusahaan tambang lainnya, upah di Freeport
tergolong tinggi. “Jika setiap perusahaan tambang bergejolak akan
mempengaruhi kedua pihak. Di satu sisi, perusahaan butuh karyawan. Di sisi
lain, karyawan jika tidak bekerja di sana, mau kerja di mana lagi,”
lanjutnya.Anggota Komisi VII DPR Satya Wira Yudha meyakini, aktivitas
produksi akan terganggu selama aksi mogok kerja ini belum bisa diselesaikan.
Dalam jangka panjang, ribuan pekerja yang secara bersama-sama mogok akan
berpotensi mengurangi pendapatan negara dari segi pajak dan royalty. Iklim
investasi di bidang pertambangan juga akan terganggu.
Untuk itu,
dia meminta manajemen terbuka menyampaikan hal teknis yang menyangkut upah
karyawan. Sehingga bisa dibandingkan, apakah upah yang diberikan sudah
sesuai dengan standar upah minimum yang ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja.
Sebanyak 8.000 karyawan Freeport mogok kerja karena manajemen Freeport
Indonesia dianggap tidak bersedia membuka ruang untuk mengadakan perundingan
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja
Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI PT Freeport Indonesia.
Namun, juru bicara Freeport Ramdani
Sirait mengatakan, perusahaan telah berusaha untuk memulai perundingan PKB
untuk periode 2 tahun ke depan yang akan dimulai pada Oktober 2011. Namun, pimpinan
serikat pekerja tidak bertemu dengan perusahaan karena terjadinya kerancuan
mengenai perubahan kepemimpinan dalam serikat.Berbeda dengan Ramdani, salah
satu pengurus SPSI Freeport Indonesia Virgo Solossa mengatakan, sekitar 8.000
karyawan yang melakukan aksi mogok kerja itu merupakan karyawan daerah
produksi, pengoperasian pabrik dan pengapalan, sehingga saat ini semua
kegiatan itu terkendala.“Kegiatan produksi masih ada, tapi kebanyakan yang
melakukan itu para pimpinan (manajemen). Alat-alat beratnya tidak beroperasi,”
ujarnya.Pada 2010, produksi tembaga Freeport di Papua tercatat sebesar 1,22
miliar pon, turun dari 1,41 miliar pon pada 2009. Produksi emas pada 2010
berkurang menjadi 1,79 juta ounce dari 2,57 juta ounce pada 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar