Minggu, 04 Februari 2018

CONTOH ANALISIS UNSUR INTRINSIK FILM “PERAHU KERTAS”



MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK FILM “PERAHU KERTAS”
 
A.     TOKOH
Ø  Analisis Karakter Tokoh
1.      Kugy
Keadaan kebadanan : gadis mungil, unik, berantakan
Kejiwaannya                  : pengkhayal, ceria, mandiri, penyayang, setia, serta pengertian.
Kemasyarakatan            : kugy adalah cewek yang unik dan berbeda di bandingkan cewek yang lain ia selalu terlihat ceria dan menyenangkan di depan sahabatnya.
Seorang gadis yang mencintai Keenan yang sikapnya sangat dingin dan cuek.
2.      Wanda
Keadaan kebadanan : cantik dan tinggi, manja
Kejiwaannya                  : memiliki sikap yang agresif, penyayang dan perhatian
Kemasyarakatan            : Wanita yang mencintai Keenan, dan selalu memperhatikan keenan.
Sebagai anak orang kaya Wanda juga seorang kurator, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan termasuk membohongi Keenan.
3.      Joshua
Keadaan kebadanan : Gagah, macho
Kejiwaan                          : Cepat bosan, cerewet
Kemasyarakatan            : Joshua yang merupakan kekasih Kugy, orangnya teratur.
4.      Noni
Keadaan kebadanan : Cantik, manis
Kejiwaan             : rajin, disiplin, tegas dan perfeksional, perhatian kepada sahabatnya.
Kemasyarakatan : noni adalah cewek yang tepat waktu dan gak suka nunda-nunda waktu.
5.      Eko
Keadaan kebadanan : tinggi, kurus
Kejiwaan                          : lebih humoris, penyayang dan apa adanya.
Kemasyarakatan             : pacar noni yang selalu perhatian kepada sahabatnya.
6.      Remi
Keadaan kebadanan : seorang cowok yang selalu berpenampilan rapi
Kejiwaan             : baik dan ramah, romantis, dan hangat pada semua orang
Kemasyarakatan            : direktur disebuah perusahaan Advertishing yang merupakan replica dari Keenan dengan versi lebih ramah dan hangat pada semua orang.
7.      Luhde
Keadaan kebadanan : gadis bali yang selalu memakai pakaian adatnya
Kejiwaan                         : pemalu, penyayang, tenang dan kalem
Kemasyarakatan            : Luhde merupakan gadis yang bisa membangkitkan semangat Keenan.
8.      Keenan
Keadaan kebadanan : Tinggi, memiliki rambut gondrong dan agak geriting
Kejiwaan             : jujur, penyayang, Cuek, tekun dan lebih senang  menyendiri.
Kemasyarakatan            : keenan sangat tekun menekuni profesinya sebagai pelukis.
Walaupun ia telah mengetahui jelas perasaannya terhadap kugy, tapi ia tetap pura-pura tidak peduli terhadap perasaannya.
sebagai anak Keenan memilki watak pasrah pada keputusan orang tuanya
9.      Adri
Keadaan kebadanan : laki-laki berumur sekitar 40 tahun, dan selalu berpakaian rapi
Kejiwaan             : bersifat keras dan tegas.
Kemasyarakatan            : Ayah keenan yang selalu mementingkan dirinya sendiri.
10.   Lena
Keadaan kebadanan : Tinggi dan menarik
Kejiwaan             : lebih fleksibel dan ramah.
Kemasyarakatan             : Ibu keenan yang selalu perhatian pada semua orang dan selalu mementingkan keluarganya.
11.  Wayan
Keadaan kebadanan : laki-laki berumur 50 tahun, rambutnya sudah memutih, mengenakan baju lengan panjang.
 Kejiwaan                          : humoris dan berjiwa seni tinggi.
Kemasyarakan     : Wayan yang merupakan sosok lain diantara Lena dan Adri, karakternya lebih seperti humoris dan berjiwa seni tinggi. Tidak heran, kalau ia menjadi pelukis terkenal dan sangat dikagumi oleh Keenan yang memang mencintai dunia lukis.


Ø  Berdasarkan peranannya, tokoh utama adalah Kugy, Keenan, Luhde, dan Remi. Tokoh pembantu lainnya adalah Adri, Lena, Wayan, Noni, Eko, Joshua, dan Wanda.
Ø  Berdasarkan fungsi penampilannya, Kugy dan Keenan adalah tokoh protagonis, Luhde, dan Remi tokoh antagonis, Adri, Lena, Wayan, Noni, Eko, Joshua, Wanda, tokoh tritagonis.
Ø  Berdasarkan pengungkapan wataknya. Kesebelas tokoh dikatakan sebagai tokoh bulat.
Ø  Berdasarkan pengembangan wataknya. Luhde, Remi, Eko, Joshua, Wanda, Wayan, dan Lena adalah tokoh statis. Kugy, Keenan, Adri, dan Noni adalah tokoh berkembang.
Ø  Berdasarkan kemungkinan pencerminan kehidupan manusia nyatanya, kesebelas cenderung dikatakan tokoh netral.

B.     ALUR
Ø  Analisis Alur
1.      Eksposisi
Dalam Film “Perahu Kertas” awal film dapat ditafsirkan sebagai bagian eksposisi, misalnya :
PERAHU KERTAS
Perkenalan dimulai ketika keempat tokoh dipertemukan dalam  suatu kejadian saat eko, noni, dan kugy menjemput keenan di stasiun.
Ø  Kugy : gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.

2.      Rangsangan
Ø  Keenan : digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak  mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua Kugy dan keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah punya pacar.
3.      Konflik atau tikaian
Bagian film ini ditafsirkan sebagai konflik manusia dengan manusia atau sesama manusia. Konflik mulai muncul disini, karena kesalah pahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy, terpaksa keduanya harus terpisah beberapa waktu.
4.      Rimitan atau Komplikasi
Seiring berjalannya waktu, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan, seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta dalam diam. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak. “Diam”-nya mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. Sementara itu, Keenan yang belum memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang Kurator. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.
Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi salah satu guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil pada Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu mendatang, buku dongeng tersebut ia berikan pada Keenan.

5.      Klimaks atau Titik Puncak Cerita
Dalam Film “Perahu Kertas” ditafsirkan sebagai bagian klimaks, berikut :
Puncak konflik terjadi saat mereka sama-sama menjauh untuk menjaga perasaan masing-masing tokoh. Akhirnya, merekapun menemukan pasangan baru. Kugy dipertemukan dengan Remigius yang merupakan atasannya di perusahaan Advocado. Sedangkan keenan yang memutuskan berhenti kuliah karena ingin fokus melukis, bertemu dengan Luhde. Keenan pun merajut cinta dengan gadis Bali yang menjadi motivator barunya. Kugy dan Keenan yang saling mencitai harus merelakan perasaanya dan mencoba realistis demi kebaikan mereka bersama. Walaupun pada dasarnya, mereka berdua masih saling mencintai dan menutupi perasaannya masing-masing.
6.      Krisis atau Titik Balik
Krisis atau titik balik dalam Film “Perahu Kertas” yaitu :
Berawal dari Keenan, dimana ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka baik-baik saja. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan tinggal dengan Pak Wayan. Sahabat ibunya.
Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan buku dongeng “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri seninya dalam melukis semakin terasah. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan.
Setelah Kugy selesai kuliah, dia kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya yang juga merupakan karib kakaknya. Ia dan Remi menjalin hubungan meski diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan.

7.      Leraian
Leraian adalah bagian struktur alur sesudah tercapai klimaks dan krisis, dalam Film “Perahu Kertas”, yaitu :
Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing.

8.      Penyelesaian
Penyelesaian merupakan bagian akhir dalam alur drama, dalam Film “Perahu Kertas” sebagai berikut:
Akhirnya impian Kugy bersama perahu kertasnya bisa terwujud, yaitu mengarungi lautan bersama sejuta impiannya dan menemukan cinta sejatinya yaitu bersama Keenan.
C.     LATAR
Latar drama film “Perahu Kertas” bersifat netral. Latar yang diungkapkannyaa tidak memilki sifat khas yang menonjol, cenderung bersifat umum, serta dapat berlaku di mana saja.
D.     TEMA
Tema “Persahabatan” dirumuskan sebagai berikut : Tema ini tergolong tradisional, bertingkatan tema sosial, dan dinyatakan secara sosial.
E.     AMANAT
“Terkadang tidak semua mimpi bisa kita raih begitu saja, banyak pengorbanan yang harus di lakukan dan salah satunya adalah menjadi apa yang bukan menjadi seperti diri kita inginkan, seperti halnya kugy.
Judul ini juga bermakna filosofis, perahu dan air merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Begitu juga perasaan dan cinta. Dimanapun Kugy mengalirkan perahunya, pasti airnya akan bermuara di laut. Seperti juga perasaan, pada siapapun kita mencurahkan perasaan kita, semuanya akan kembali pada satu sosok yang Tuhan telah atur. Jadi, biarkan cintamu mengalir seperi air dan biarkan Tuhan yang menentukan dimana cinta itu akan bermuara.
Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.
A.     UNSUR INTRINSIK NOVEL
1.      Tema: Persahabatan
2.      Alur: Maju mundur
3.      Sudut Pandang: Orang ketiga tunggal. 
4.      Latar
1.      Tempat: Jakarta, jalan-jalan desa dekat stasiun tempat berhentinya kereta, warung
2.      Suasana: gerimis hujan yang membasahi tanah yang gersang
3.      Waktu: pagi, sing, malam.5.Tokoh & Penokohan
1.      Keenan      : sebagai anak Keenan memilki watak pasrah pada keputusan orang tuanya, jujur, penyayang, dingin dan cuek.
2.      Kugy          : mandiri, penyayang, setia, pengkhayal, dan berantakan serta pengertian.
3.      Wanda      : manja, sebagai anak orang kaya Wanda juga seorang kurator, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan termasuk membohongi Keenan.
4.      Joshua       :  cerewet
5.      Jeroen       :  polos
6.      Noni          :  perhatian kepada sahabatnya, pencemburu.
7.      Eko                        :  lucu, periang serta penyayang.
8.      Luhde        :  pemalu, penyayang, tenang dan kalem.
9.      Remi          :  romantis, ramah dan hangat pada semua orang
10.   Adri          : bersifat keras dan tegas
11.   Lena         : lebih fleksibel dan ramah.
12.  Wayan      : humoris dan berjiwa seni tinggi.
6.Gaya Bahasa: Bahasa yang digunakan dalam novel ini , adalah gaya bahasa yang mengikuti perkembangan zaman sekarang(modern) dan sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang sehingga novelnya dapat dengan mudah dimengerti.
­7. Amanat           : Terkadang tidak semua mimpi kita bisa kita raih begitu saja. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan dan salah satunya adalah menjadi apa yang bukan diri kita inginkan, seperti halnya Kugy.

B.     UNSUR EKSTRINSIK NOVEL
Tentang Penulis
Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, Supernova: Akar, Supernova: Petir, Filosofi Kopi, dan Rectooverso.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar