MENGANALISIS
UNSUR INTRINSIK FILM “PERAHU KERTAS”
A. TOKOH
Ø Analisis
Karakter Tokoh
1. Kugy
Keadaan kebadanan : gadis mungil, unik,
berantakan
Kejiwaannya : pengkhayal,
ceria, mandiri, penyayang, setia, serta pengertian.
Kemasyarakatan
: kugy adalah
cewek yang unik dan berbeda di bandingkan cewek yang lain ia selalu terlihat
ceria dan menyenangkan di depan sahabatnya.
Seorang gadis yang mencintai Keenan yang sikapnya sangat dingin dan cuek.
2. Wanda
Keadaan
kebadanan : cantik dan tinggi, manja
Kejiwaannya : memiliki
sikap yang agresif, penyayang dan perhatian
Kemasyarakatan : Wanita yang mencintai Keenan, dan
selalu memperhatikan keenan.
Sebagai anak orang kaya Wanda juga seorang kurator, dia bisa melakukan
apapun yang dia inginkan termasuk membohongi Keenan.
3. Joshua
Keadaan
kebadanan : Gagah, macho
Kejiwaan : Cepat bosan, cerewet
Kemasyarakatan : Joshua yang merupakan kekasih Kugy,
orangnya teratur.
4. Noni
Keadaan
kebadanan : Cantik, manis
Kejiwaan : rajin, disiplin,
tegas dan perfeksional, perhatian kepada sahabatnya.
Kemasyarakatan
: noni adalah
cewek yang tepat waktu dan gak suka nunda-nunda waktu.
5. Eko
Keadaan
kebadanan : tinggi, kurus
Kejiwaan : lebih humoris, penyayang dan apa
adanya.
Kemasyarakatan
: pacar noni yang selalu perhatian
kepada sahabatnya.
6.
Remi
Keadaan
kebadanan : seorang cowok yang selalu berpenampilan rapi
Kejiwaan : baik dan
ramah, romantis, dan hangat pada semua orang
Kemasyarakatan : direktur
disebuah perusahaan Advertishing yang merupakan replica dari Keenan dengan
versi lebih ramah dan hangat pada semua orang.
7.
Luhde
Keadaan
kebadanan : gadis bali yang selalu memakai pakaian adatnya
Kejiwaan : pemalu,
penyayang, tenang dan kalem
Kemasyarakatan : Luhde
merupakan gadis yang bisa membangkitkan semangat Keenan.
8.
Keenan
Keadaan kebadanan : Tinggi,
memiliki rambut gondrong dan agak geriting
Kejiwaan : jujur, penyayang, Cuek, tekun dan lebih senang menyendiri.
Kemasyarakatan : keenan sangat
tekun menekuni profesinya sebagai pelukis.
Walaupun ia
telah mengetahui jelas perasaannya terhadap kugy, tapi ia tetap pura-pura tidak
peduli terhadap perasaannya.
sebagai anak
Keenan memilki watak pasrah pada keputusan orang tuanya
9. Adri
Keadaan kebadanan : laki-laki
berumur sekitar 40 tahun, dan selalu berpakaian rapi
Kejiwaan : bersifat keras dan tegas.
Kemasyarakatan : Ayah keenan yang selalu
mementingkan dirinya sendiri.
10. Lena
Keadaan kebadanan : Tinggi dan
menarik
Kejiwaan : lebih fleksibel dan ramah.
Kemasyarakatan : Ibu keenan yang selalu perhatian
pada semua orang dan selalu mementingkan keluarganya.
11. Wayan
Keadaan kebadanan : laki-laki
berumur 50 tahun, rambutnya sudah memutih, mengenakan baju lengan panjang.
Kejiwaan
: humoris dan berjiwa seni tinggi.
Kemasyarakan : Wayan yang
merupakan sosok lain diantara Lena dan Adri, karakternya lebih seperti humoris
dan berjiwa seni tinggi. Tidak heran, kalau ia menjadi pelukis terkenal dan
sangat dikagumi oleh Keenan yang memang mencintai dunia lukis.
Ø Berdasarkan peranannya, tokoh utama adalah Kugy, Keenan, Luhde, dan Remi. Tokoh
pembantu lainnya adalah Adri, Lena, Wayan, Noni, Eko, Joshua, dan Wanda.
Ø Berdasarkan fungsi penampilannya, Kugy dan Keenan adalah tokoh protagonis, Luhde, dan Remi tokoh antagonis, Adri, Lena, Wayan, Noni,
Eko, Joshua, Wanda, tokoh tritagonis.
Ø Berdasarkan pengungkapan wataknya. Kesebelas tokoh dikatakan sebagai tokoh
bulat.
Ø Berdasarkan pengembangan wataknya. Luhde, Remi, Eko, Joshua, Wanda, Wayan, dan
Lena adalah tokoh statis. Kugy,
Keenan, Adri, dan Noni adalah tokoh
berkembang.
Ø Berdasarkan kemungkinan pencerminan kehidupan manusia nyatanya, kesebelas cenderung
dikatakan tokoh netral.
B. ALUR
Ø Analisis
Alur
1. Eksposisi
Dalam Film “Perahu Kertas” awal film dapat ditafsirkan
sebagai bagian eksposisi, misalnya :
PERAHU
KERTAS
Perkenalan dimulai ketika keempat tokoh dipertemukan
dalam suatu kejadian saat eko, noni, dan
kugy menjemput keenan di stasiun.
Ø Kugy : gadis mungil yang hobi
berkhayal. Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain
merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa
Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di
sungai. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.
2. Rangsangan
Ø Keenan : digambarkan sebagai sosok
yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru
diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua Kugy dan
keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara
nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua
sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan
dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi,
saat itu Kugy sudah punya pacar.
3. Konflik atau tikaian
Bagian film ini ditafsirkan sebagai konflik manusia
dengan manusia atau sesama manusia. Konflik mulai muncul disini, karena kesalah
pahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja
hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy, terpaksa keduanya harus
terpisah beberapa waktu.
4. Rimitan atau Komplikasi
Seiring berjalannya waktu, Kugy dan Keenan menjalin
persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy
yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan,
seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta dalam
diam. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak. “Diam”-nya
mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah
memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. Sementara itu, Keenan yang belum
memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri
adalah seorang Kurator. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat
mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.
Persahabatan
Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka
renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi salah satu
guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil
pada Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik
dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu
mendatang, buku dongeng tersebut ia berikan pada Keenan.
5. Klimaks atau Titik Puncak Cerita
Dalam Film
“Perahu Kertas” ditafsirkan sebagai bagian klimaks, berikut :
Puncak
konflik terjadi saat mereka sama-sama menjauh untuk menjaga perasaan
masing-masing tokoh. Akhirnya, merekapun menemukan pasangan baru. Kugy
dipertemukan dengan Remigius yang merupakan atasannya di perusahaan Advocado.
Sedangkan keenan yang memutuskan berhenti kuliah karena ingin fokus melukis,
bertemu dengan Luhde. Keenan pun merajut cinta dengan gadis Bali yang menjadi
motivator barunya. Kugy dan Keenan yang saling mencitai harus merelakan
perasaanya dan mencoba realistis demi kebaikan mereka bersama. Walaupun pada
dasarnya, mereka berdua masih saling mencintai dan menutupi perasaannya
masing-masing.
6. Krisis atau Titik Balik
Krisis atau
titik balik dalam Film “Perahu Kertas” yaitu :
Berawal dari Keenan, dimana ia juga sibuk dengan
kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka
baik-baik saja. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi pelik dan
menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam
hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk
meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan
tinggal dengan Pak Wayan. Sahabat ibunya.
Sebelum
pergi, Kugy memberi Keenan buku dongeng “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”.
Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup
dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri
seninya dalam melukis semakin terasah. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi,
keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi
salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang
digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan.
Setelah Kugy selesai kuliah, dia kembali ke Jakarta
dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya
yang juga merupakan karib kakaknya. Ia dan Remi menjalin hubungan meski
diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan.
7. Leraian
Leraian adalah bagian struktur alur sesudah tercapai
klimaks dan krisis, dalam Film “Perahu Kertas”, yaitu :
Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan
yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan
harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang
berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing.
8. Penyelesaian
Penyelesaian merupakan bagian akhir dalam alur drama,
dalam Film “Perahu Kertas” sebagai berikut:
Akhirnya impian Kugy bersama perahu kertasnya bisa
terwujud, yaitu mengarungi lautan bersama sejuta impiannya dan menemukan cinta
sejatinya yaitu bersama Keenan.
C.
LATAR
Latar drama film “Perahu Kertas” bersifat netral.
Latar yang diungkapkannyaa tidak memilki sifat khas yang menonjol, cenderung
bersifat umum, serta dapat berlaku di mana saja.
D. TEMA
Tema
“Persahabatan” dirumuskan sebagai berikut : Tema ini tergolong tradisional,
bertingkatan tema sosial, dan dinyatakan secara sosial.
E. AMANAT
“Terkadang
tidak semua mimpi bisa kita raih begitu saja, banyak pengorbanan yang harus di
lakukan dan salah satunya adalah menjadi apa yang bukan menjadi seperti diri
kita inginkan, seperti halnya kugy.
Judul ini
juga bermakna filosofis, perahu dan air merupakan dua elemen yang tidak dapat
dipisahkan. Begitu juga perasaan dan cinta. Dimanapun Kugy mengalirkan
perahunya, pasti airnya akan bermuara di laut. Seperti juga perasaan, pada
siapapun kita mencurahkan perasaan kita, semuanya akan kembali pada satu sosok
yang Tuhan telah atur. Jadi, biarkan cintamu mengalir seperi air dan biarkan
Tuhan yang menentukan dimana cinta itu akan bermuara.
Diwarnai pergelutan idealisme,
persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah
perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.
A. UNSUR INTRINSIK NOVEL
1. Tema:
Persahabatan
2. Alur: Maju
mundur
3. Sudut
Pandang: Orang ketiga tunggal.
4. Latar
1. Tempat:
Jakarta, jalan-jalan desa dekat stasiun tempat berhentinya kereta, warung
2. Suasana:
gerimis hujan yang membasahi tanah yang gersang
3. Waktu: pagi,
sing, malam.5.Tokoh & Penokohan
1. Keenan
: sebagai anak Keenan memilki watak pasrah pada
keputusan orang tuanya, jujur, penyayang, dingin dan cuek.
2. Kugy
: mandiri, penyayang, setia, pengkhayal, dan berantakan serta pengertian.
3. Wanda
: manja, sebagai anak orang kaya Wanda juga seorang kurator, dia bisa melakukan
apa pun yang dia inginkan termasuk membohongi Keenan.
4. Joshua
: cerewet
5. Jeroen
: polos
6. Noni
: perhatian kepada sahabatnya, pencemburu.
7. Eko
:
lucu, periang serta penyayang.
8. Luhde
: pemalu, penyayang, tenang dan kalem.
9. Remi
: romantis, ramah dan hangat pada semua orang
10. Adri
: bersifat keras dan tegas
11. Lena
: lebih fleksibel dan ramah.
12. Wayan
: humoris dan berjiwa seni tinggi.
6.Gaya Bahasa: Bahasa yang digunakan
dalam novel ini , adalah gaya bahasa yang mengikuti perkembangan zaman
sekarang(modern) dan sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang sehingga
novelnya dapat dengan mudah dimengerti.
7.
Amanat : Terkadang
tidak semua mimpi kita bisa kita raih begitu saja. Banyak pengorbanan yang
harus dilakukan dan salah satunya adalah menjadi apa yang bukan diri kita
inginkan, seperti halnya Kugy.
B. UNSUR EKSTRINSIK NOVEL
Tentang Penulis
Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, Supernova: Akar, Supernova: Petir, Filosofi Kopi, dan Rectooverso.
B. UNSUR EKSTRINSIK NOVEL
Tentang Penulis
Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, Supernova: Akar, Supernova: Petir, Filosofi Kopi, dan Rectooverso.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar