Permainan Bola Besar: Bola Voli
SEJARAH SINGKAT VOLI
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun
1982 pada zaman penjajahan Belanda.
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan
pada tahun 1895 di Holyoke (Amerika bagian timur). William G Morgan
adalah seorang pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christain Association
(MCA)
Pada tahun
1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh
Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk
organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955
diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta.
TEKNIK DASAR BOLA VOLI
Teknik adalah cara melakukan sesuatu
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Teknik dalam bola voli adalah cara
memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan untuk
mencapai hasil yang maksimal.
1.
Smesh
(spike)
Smesh
adalah pukulan keras ke daerah lawan sehingga sulit dikembalikan.
Teknik smesh: a.
Perubahan sikap dan posisi dari sikap dan posisi penerima ke sikap dan posisi
melakukan serangan
b.
Melakukan awalan
c.
Tolakan
d.
Ayunan lengan ke atas dan memukul (saat perkenaan)
e.
Saat mendarat setelah memukul bola
2.
Bendungan (blocking)
Teknik block: a.
Bergerak menempatkan diri di dekat net menghadap ke arah bola yang akan di
smesh oleh lawan
b.
Sikap siap untuk melakukan block
c.
Meloncat dengan tolakan dua kaki bersama-sama dan menjangkau untuk menghadap
bola dengan kedua tangan
d.
Mendarat dan bergerak ke sikap siap
Tahap-tahap melakukan blocking:
a. Mengadakan langkah ke kiri atau ke
kanan
b. Meloncat ke atas dengan tumpuan 2 kaki
c. Menggerakkan tangan dan lengan untuk
menguasai bola
d. Mendarat dua kaki secara lentuk
3.
Bermain
Bola Voli dengan Peraturan yang Dimodifikasi
KETENTUAN BERMAIN:
1. Jumlah pemain :
3-6 orang disesuaikan dengan luas lapangan
2. Peralatan : Net yang dibentangkan di tengah lapangan dan bola
voli
3. Tempat : Lapangan bola voli
CARA BERMAIN:
1. Dua regu saling berhadapan dengan dibatasi tali yang direntangkan di
tengah-tangah lapangan.
2. Permainan diawali dari lemparan dari
luar garis belakang oleh pemain belakang.
3. Bola hasil lemparan diterima oleh
pemain lawan kemudian boleh dioperkan sampai dua kali di bidang permainan
sendiri kemudian dilemparkan ke lapangan lawan, sehingga jatuh ke lantai di bidang
permainan lawan dan diusahakan dapat menyulitkan untuk diterima dan dilemparkan
kembali oleh lawan.
4. Bola harus dilemparkan kembali dari
posisi regu yg mencetak poin.
5. Regu yang menang ialah yang lebih dulu
mencapai angka 25 (selisih angka bila terjadi dauce)
4. Passing
Bawah
Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring atau net.
Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring atau net.
5. Passing Atas
Passing atas atau passing tangan atas adalah cara
pengambilan bola atau mengoper dari atas kepala dengan jari-jari tangan. Bola
yang datang dari atas diambil dengan jari-jari tangan di atas, agak di depan
kepala (Aip Syarifuddin, 1997 : 69).
6. Service Bawah
Service bawah adalah cara melakukan pukulan permukaan
dari petak service dengan memukul bola dengan tangan dari bawah sebagai usaha
menghidupkan bola dalam permainan (Aip Syarifuddin, 1997 : 70).
7. Service Atas
Service atas adalah cara melakukan pukulan permulaan
dari bawah service dengan memukul bola dari atas kepala sebagai usaha
menghidupkan bola ke dalam permainan (Aip Syarifuddin, 1997 : 53).
8. Posisi
Pemain Bola Voli
a. Toser :
Pengumpan bola kepada smasher
b. Smasher : Melakukan serangan
c. Blocker : Membendung bola
d. Lover : Menutup daerah sekitar blocker
e. Libero : Melakukan pertahanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar