Rabu, 07 Februari 2018

Kurs Valuta Asing



Kurs Valuta Asing
Setiap negara di dunia memiliki mata uang sendiri-sendiri, misalnya; Indonesia memiliki mata uang Rupiah, Singapura memiliki Dolar Singapura, Amerika memiliki Dolar Amerika dan seterusnya.
Pada kenyataan lain bahwa setiap negara memiliki hubungan perdagangan antara negara satu dengan negara lain atau bahkan masing-masing warga negara memiliki urusan dengan negara lain. Kita tahu bahwa salah satu syarat uang adalah diterima oleh masayarakat. Apabila masing masing negara memiliki mata uang sendiri-sendiri apa yang kan terjadi ? Nah disinilah fungsi kurs mata uang dalam rangka pertukaran mata uang asing. Untuk Memudahkan bagaimana cara menghitung Valuta Asing perhatikan ilustrasi berikut:
  1. Kurs Beli
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money changer) membeli valuta asing misalnya Yen, Dolar, Euro dan seterusnya.
  1. Kurs Jual
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money changer) memenjual valuta asing
Untuk mudahnya perhatikan contoh berikut:
Tuan Ahmad pulang dari Amerika dan membawa uang hasil kerjanya selama di Amerika sebesar US $ 1.000,00. Apabila Tuan Ahmad menukarkan uang tersebut dalam bentu Rupiah, berapa rupiahkan uang yang diterima Tuan Ahmad ?
Sebelum kita menjawab pertanyaan di atas kita harus mengetahui nilai kurs jual dan kurs beli. Misalnya kurs jualdan kurs beli seperti contoh di bawah ini :
Kurs Jual
Kurs Beli
USD $ 1 = Rp 9.400,00
1 Riyal = Rp 2.500,00
USD $ 1 = Rp 9.000,00
1 Riyal = Rp 2.100,00
Perhatikan : Tuan Ahmad memilikim mata uang asing (USD $). Maka sesuai dengan ketentuan maka kurs yang kita pakai adalah kurs beli ( Ingat bank/money changer membeli valuta asing)
Jadi Uang yang diterima oleh Tuan Ahmada adalah:
1.000,00 X 9.000 = 9.000.000,00 RP 9.000.000,00
Nilai kurs mata uang terhadap valuta asing tidak selamanya tetap kadang naik kadang turun hal ini dipengaruhi beberapa yaitu :
1. Kebijakan Pemerintah
Ada beberapa kebijakan pemerintah terhadap nilai tukar uang diantaranya adalah :
a. Devaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
b. Revaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menaikkan nilai mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
2. Mekanisme Pasar
Pengaruh permintaan dan penawaran di pasar dapat mempengaruhi nilai mata uang menjadi menguat atau melemah.
3. Sistem Kurs Yang Dipakai
Ada dua sistem kurs valuta asing, yaitu:
a. kurs mengambang
kurs mengambang nilai mata uang tergantung pada mekanisme pasar yaitu berdasarkan permintaan dan penawaran.
b. Kurs tetap
Kurs tetap yaitu kurs valuta asing yang nilainya ditetapkan oleh pemerintah.
4. Jumlah Uang Yang Beredar
Semakin banyak uang yang beredar dimasyarakat maka akan semakin lemah nilai kurs uang tersebut terhadap valuta asing, sebaliknya semakin sedikit uang yang beredar di masyarakat maka nilai mata uang tersebut akan semakin kuat.
Versi materi oleh Ismawanto


Pasar Valuta Asing (Valas) adalah pasar yang memperdagangkan valuta asing atau uang asing dan sebagai lembaga pasar di mana orang dapat memperoleh fasilitas untuk melakukan pembayaran atau menerima pembayaran dari penduduk negara lain. Secara umum, permintaan atau penawaran valuta asing dilakukan di bursa valuta asing yang diselenggarakan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya.

Pertemuan antara permintaan dan penawaran valuta asing akan membentuk kurs atau nilai tukar (exchange rate). Kurs valuta asing terdiri atas dua macam:

1. kurs jual, adalah kurs yang berlaku apabila bank atau lembaga keuangan lainnya menjual/mengeluarkan uang asing.
2. kurs beli, adalah kurs yang berlaku apabila bank atau lembaga keuangan lainnya membeli/menerima uang asing.

Pasar valuta asing mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal dekade 70-an. Pasar valuta asing dapat tumbuh dengan pesat antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut.

1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing.
2. Bisnis yang semakin mengglobal, di mana semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah dan tersedia hamper di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu.
3. Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dan adanya sarana yang memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi sehingga transaksi lebih mudah dilakukan.
4. Keuntungan yang di peroleh di pasar valuta yang cenderung besar meningkatkan keinginan berbagai pihak untuk berusaha memperoleh gain dari pergerakan valuta asing. Pasar valuta asing mencakup wilayah yang tanpa batas yaitu meliputi hampir seluruh dunia.

1. Fungsi Pasar Valuta Asing

Fungsi pasar valuta asing di antaranya adalah:

a. mempermudah pertukaran valuta asing (valas) serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain sehingga memungkinkan terjadinya kliring internasional;
b. sebagai penyedia kredit, artinya pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit;
c. membatasi risiko, artinya pada pasar valuta asing memungkinkan dilakukannya hedging (membatasi risiko terhadap kemungkinan perubahan harga);
d. spekulasi, artinya pada pasar valuta asing orang dapat melakukan spekulasi menerima bahkan mencari risiko dengan harapan mendapatkan keuntungan.

2. Produk Pasar Valuta Asing

Mata uang dunia yang biasa diperdagangkan di pasar valuta
asing terdiri atas tujuh macam, yaitu:
a. Dollar Amerika (US$)
b. Poundsterling Inggris (GBP)
c. Euro Dolar (EUR)
d. Swiss Franc (CHF)
e. Japanese Yen (JPY)
f. Australian Dolar (AUD)
g. Canadian Dolar (CAD)

Pasar valuta asing bisa terjadi di bank atau tempat penukaran valuta asing (money changer), sedangkan nilai kursnya dapat diberikan contoh dari media cetak berikut ini.





3. Keuntungan dan Kelemahan Adanya Pasar Valuta Asing

Keuntungan adanya pasar valuta asing di antaranya:

a. hubungan perdagangan antarnegara semakin berkembang,
b. mempermudah pertukaran uang bagi seseorang yang memerlukan transaksi di luar negeri,
c. mendorong berkembangnya ekspor dan impor.

Adapun kelemahan adanya pasar valuta asing adalah:
a. perubahan kurs akan mendorong spekulasi,
b. menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang secara umum),
c. jika negara sedang resesi, akan mendorong kebijakan devaluasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar