INFLASI
Secara sederhana
inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus
menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut
inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga)
pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Indikator yang sering
digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK).
Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket
barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.
Penyebab Inflasi:
- Inflasi disebabkan oleh sektor ekspor-impor; jika suatu negara lebih besar daripada impor, akan mengakibatkan terjadinya tekanan inflasi, tekanan inflasi terjadi karena bertambahnya jumlah uang yang beredar bertambah di dalam negeri sebagai akibat penerimaan devisa.
- Inflasi disebabkan oleh sektor penerimaan dan pengeluaran negara; pengeluaran pemerintah yang lebih besar dari pada penerimaannya akan menimbulkan tekanan inflasi.
- Inflasi disebabkan oleh sektor swasta; pengeluaran kredit yang besar untuk sektor swasta akan menyebabkan gejala inflasi.
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia
dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the
Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
1.
Kelompok
Bahan Makanan
2.
Kelompok
Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
3.
Kelompok
Perumahan
4.
Kelompok
Sandang
5.
Kelompok
Kesehatan
6.
Kelompok
Pendidikan dan Olah Raga
7.
Kelompok
Transportasi dan Komunikasi.
Jenis-Jenis Inflasi
- Menurut tingkat keparahan; (1) Inflasi Ringan di bawah 10% setahun, (2) Inflasi sedang antara 10-30% setahun, (3) Inflasi Berat antara 30-100% setahun, (4) Hyper Inflasi di atas 100% setahun
- Menurut penyebab awal inflasi; (1) Demand Pull Inflation (disebabkan permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat), (2) Cost Push Inflation (timbul karena kenaikan ongkos produksi secara terus-menerus), (3) Inflasi Permintaan dan Penawaran (permintaan yang tinggi tidak diimbangi tersedianya barang yang cukup)
Cara Pengendalian Inflasi
(1) Kebijakan Moneter
- Politik diskonto; mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga kredit
- Operasi pasar terbuka; mengurangi jumlah uang beredar dengan menjual Sertifikat Bank Indonesia
- Menaikkan cadangan kas bagi bank umum
- Kredit selektif
- Politik sanering
(2) Kebijakan Fiskal
- Menaikkan tarif pajak
- Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
- Mengadakan pinjaman pemerintah (mis: memotong gaji PNS 10% untuk ditabung ~ pada masa orde lama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar