Sifat Aluminium dan
Kegunaannya
Aluminium adalah unsur
golongan IIIA dari tabel unsur perodik. Jika sobat ingin tahun sifat
keperiodikannya silahkan baca di sifat keperiodikan unsur. Namun demikian, kali
ini kita akan membahas sifat yang lebih spesifik dari logam yang sangat ringan
ini. Di alam, aluminium tidak atau sangat jarang ditemukan dalam keadaan bebas.
Ia banyak ditemukan dalam bentuk bijihnya. Jika dilihat dari sifat fisik
alumunium, logam ini merupakan logam yang punya warna putih agak kebiru-biruan,
mengkilat, dapat ditempa, mudah dibengkokkan, merupakan konduktor panas dan
litrik yang baik, mempunya densitas cukup rendah 2,7 g/cm3, jika digosok
menghasilkan permukaan yang mengkilap, serta punya titik leleh 658o C. Berikut
sifat alumunium selengkapnya
Sifat Alumunium
Berat Aluminium
Alumunium punya sifat yang
ajaib, ia punya densitas yang rendah hanya sepertiga dari kepadatan atau
densitas dari logam baja. Densitas logam ini hanya 2,7 g/cm3 atau kalau
dikonversikan ke kg/m3 menjadi 2.700 kg/m3. Kepadatan yang relatif kecil membuatnya
ringan tapi sama sekali tidak mengurangi kekuatannya.
Kekuatan Alumunium
Berbagai paduan logam
alumunium memiliki kekuatan tarik antara 70 hingga 700 mega pascal. Kekuatan yang sangat besar. Sifat alumunium
ini unik tidak seperti baja. Pada suhu rendah baja akan cenderung rapuh tapi
sebaliknya dengan alumunium. Pada suhu rendah kekuatannya akan meninggkat dan
pada suhu tinggi malah menurun.
Pemuaian Linier
Jika dibandingkan dengan logam
lain, alumunium punya koefisien ekspansi linier yang relatif besar.
Mesin
Bahan alumunium sangat
aplikatif untuk berbagai jenis mesing seperti tipe mesin drilling, potong,
keprok, bending, dan sebagainya.
Konduktivitas
Sifat konduktivitas panas dan
listrik alumunium sangat baik. Luar biasanya lagi konduktor dari alumunium
beratnya hanya setengah dari konduktor yang terbuat dari bahan tembaga.
Reflektor
Alumunium adalah reflektor
cahaya tampak yang baik. Sifat alumunium ini juga belaku untuk pemancaran
panas.
Tahan Karat (Korosi)
Alumunium bereakasi dengan
oksigen di udara membentuk lapisan oksida tipis yang ampuh melindungi badan
logam dari korosi (selengkapnya di bawah)
Non Magnetik
Alumunium adalah bahan
nonmagnetik. Karena sifatnya ini maka alumunium sering digunakan sebagai alat
dalam perangkat X-ray yang menggunkan magnet.
Tidak Beracun
Logam alumunium punya sifat
tidak beracun sama sekali. Ia berada pada urutan ketiga setelah oksigen dan
silikon unsur yang paling banyak di kerak bumi. Beberapa senyawa alumunium juga
secara alami terbentuk dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari.
Berikut sifat alumium jika
bereaksi dengan senyawa atau unsur yang lain:
a. Reaksi Alumunium dengan
Udara Bebas
Aluminium tidak bisa beraksi
dengan udara kering, tetapi dalam udara yang lebih lembab ia akan membentuk
lapisan oksida di permukaannya. Jika sobat pernal lihat timbangan pasar yang
terbuah alumunium, timbangan tersebut pada saaat musim penghujan sering timbul
lapisan oksida yang mirip kaya jamur. Lapisan yang terbentuk sangat tipis
sekitar 10-8 m tetapi mampu mengcegah
alumunium dari reaksi oksidasi lanjutan dan mencegahnya bereaksi dengan asam
encer. lapisan tipis ini juga tidak dapat ditembus air. Hal tersebut sangat
berbeda dengan besi yang menciptakan lapisan oksida yang berlubang sehingga
mudah terjadi korosi besi. Alumunium yang terkar oleh oksigen gakan
menghasilkan kilauan cahaya.
b. Reaksi Aluminium dengan
Air.
Salah satu sifat alumunium
yang unik adalah dalam keadaan murni ia tidak bereaksi dengan air tetapi dalam
bentuk campurannya bisa bereaksi dengan air (korosi). Contohnya seperti pada
campuran Amalgam aluminium (Al-Hg) digunakan sebagai zat reduktor karena ia
bisa bereaksi dengan ari.
c. Reaksi dengan Nitrogen
Aluminium dapat bereeaksi
dengan nitrogen membenttuk aluminium nitrida.
2Al + N2 → 2AlN
d. Reaksi dengan Oksida Logam
Aluminium dapat mereduksi
oksida logam seperti Fe2O3, Cr2O3, dan Mn3O4 menjadi logamnya dengan
mengeluarkan energi panas yang sangat tinggi. Pada reduksi Fe2O3 dihasilkan
suhu hingga 3.000oC. Dengan suhu setinggi itu, logam besi (Fe) dapat meleleh
dan bisa digunakan untuk mengelas logam. Proses oksidasi ini disebut dengan
proses termit. Reaksinya
Fe2O3 + 2Al Al2O3(s) + Fe(l) ΔH = -852kJ
e. Reaksi dengan Asam dan Basa
Sifat alumunium salah satunya
bisa laruta dalam basa kuat dan asam kuat seperti sodium hidroksida (NaOH) dan
asam klorida (HCl) atau asam sulfat (H2SO4) berikut reaksinya
2AL + 2NaOH + 2H2O → 2NaAlO2 +
3H2 (reaksi dengan NaOH)
2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2
(reaksi dengan HCl)
2Al + 3H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3H2
(reaksi dengan H2SO4)
Kegunaan Alumunium
Karena kelebihan sifat
alumunium yang telah disebukan di atas, maka logam ini banyak digunakan atau
dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, diantaranya:
Karena sifat alumunium yang
ringan dan kuat membuatnya ideal untuk digunakan dalam konstruksi badan
pesawat. Yang sering dipakai bukan merupakan alumunium murni tetapi paduan
alumunium yang disebut dengan duralium. Paduan ini dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas alumunium sendiri.
Sifat Alumunium yang tahan
korosi membuatnya menjadi bahan favorit untuk minuman kaleng dan rangka atap
rumah.
rangka atap dari alumunium
Alumunium banyak digunakan
dalam alat masak sepeti kompor, panci, dan sebagainya karena sifat
konduktivitas panasnya yang bagus.
Alumunium merupakan bahan
kabel favorit karena bagus konduktivitas dan punya kelebihan lebih ringan dari
tembaga. Akan tetapi harganya sedikit lebih mahal.
Alumunium punya reflektivitas
tinggi. Karena sifat alumunium tersebut maka alumunium sangat cocok untuk
cermin, reflektor pans dan cahaya, serta pakaian tahan api untuk pemadam
kebakaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar