Kamis, 08 Februari 2018

SIKLUS HIDROLOGI

Secara umum siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
1.      Siklus pendek
Penguapan terjadi dipermukaan laut, terjadi kandensasi, kemudian membentuk awan dan akhirnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi.
2.      Siklus sedang
Penguapan terjadi dipermukaan laut, terjadi kandensasi uap air terbawa angin, kemudian terbentuk awan diatas daratan, terjadi hujan didaratan, dan mengalir lagi ke laut melalui sungai dipermukaan.
3.      Siklus panjang
Penguapan terjadi dipermukaan laut, terjadi kandensasi, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi, kemudian jatuh sebagai salju, terbentuk gletser, mengalir ke sungai dan kembali lagi ke laut.
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).
b. Kondensasi : proses perubahan wujud dari bentuk uap air menjadi titik-titik air
c. Presipitasi : segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan) maupun padat (salju)
d. Transparasi : penguapan air dari tumbuh- tumbuhan melalui pori-pori daun (stomata)
f. Infiltrasi : peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah
run off yaitu air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
Adveksi yaitu gerakan uap air dari satu 14 ke 14 lain yang disebabkan adanya gerakan udara (angina) secara horizontal.
Perkolasi yaitu aliran air di dalam tanah.
Sublimasi adalah perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair terlebih dahulu..

Berdasarkan pembagian daerahnya, sungai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)    Daerah hulu sungai memiliki ciri-ciri:
a.    berada pada daerah yang lebih tinggi
b.    aliran airnya deras
c.    memiliki daya erosi yang kuat, jenis erosinya vertikal
d.    lembah sungainya berbentuk V
e.    terdapat air terjun.
2)    Daerah tengah sungai memiliki ciri-ciri:
a.    jenis erosinya vertikal dan horizontal
b.    kecepatan aliran sungai berkurang
c.    lembah sungai berbentuk U
d.    tidak terdapat air terjun
e.    pada kiri dan kanan sungai terdapat dataran yang agak lebar.
3)    Daerah hilir sungai memiliki ciri-ciri:
a.    jenis erosi horizontal
b.    sungainya berkelok-kelok
c.    aliran sungai lemah
d.    terdapat sedimentasi dan terbentuknya delta.
     Sungai konsekuen
Merupakan sungai yang arah alirannya sesuai kemiringan batuan.
      Sungai subsekuen
Merupakan sungai  yang arah alirannya tegak lurus sungai konsekuen.
      Sungai obsekuen
Merupakan anak sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan kemiringan batuan.
      Sungai resekuen
Merupakan anak sungai subsekuen yang arah alirannya searah kemiringan batuan.
      Sungai insekuen
Merupakan sungai yang arah alirannya teratur dan tidak terikat lapisan batuan yang dilaluinya.
e.    Berdasarkan pola aliran
      Sungai radial
Sungai yang mengalir ke segala arah menuju atau meninggalkan pusat. Biasanya terdapat pada daerah cekungan maupun dome.
  Radial sentrifugal : arah aliran meninggalkan pusat
  Radial sentripetal : arah aliran menuju pusat
      Sungai dendritik
Sungai yang alirannya bercabang tidak teratur dengan arah dan sudut yang beragam. Biasanya terdapat di daerah pantai atau plato dengan batuan homogen.
      Sungai trellis
Percabagan sungai utama dengan anak sungai hampir tegak lurus. Biasanya terdapat pada pegunungan lipatan.
      Sungai rectangular
Pola percabangan aliran sungai yang berbentuk siku-siku atau hampir siku-siku. Biasanya terdapat pada daerah patahan.
      Sungai parallel
Pola aliran dengan anak sungai yang sejajar atau hampir sejajar dengan anak sungai lain yang bermuara pada sungai utama atau langsung bermuara ke laut. Biasanya terdapat pada daerah dekat pantai.

Manfaat sungai
Sungai dapat dimanfaatkan diantaranya sebagai berikut:
1.    mencukupi kebutuhan sehari-hari
2.    sebagai sumber tenaga listrik
3.    sebagai sumber air minum bagi masyarakat
4.    sebagai sarana lalu lintas air
5.    sebagai pengairan (irigasi)
6.    sebagai sarana rekreasi dan olahraga.
berikut 6 cara melestarikan sungai

1. Melestarikan Hutan di Hulu Sungai
2. Tidak Buang Air di Sungai atau Kali
3. Tidak Membuang Sampah Ke Sungai
4. Menata agar tidak banyak bangunan yang berdiri di dekat sungai
5. Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga dan Industri ke sungai
6. Tidak melakukan pengerukan pasir yang berlebihan di sungai
Daerah Aliran Sungai disingkat DAS ialah air yang mengalir pada suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air tersebut berasal dari air hujan yang jatuh dan terkumpul dalam sistem tersebut
Meander adalah bentuk sungai yang berkelok-kelok yang terjadi akibat adanya pengikisan dan pengendapan.
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air.
1. Danau Tektonik
Danau tektonik adalah danau yang terbentuk akibat proses tektonik (lipatan, patahan, dan gerakan kulit Bumi) sehingga tanah mengalami penurunan. Contoh: Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Kerinci, Danau
Poso, dan Danau Towuti.
2. Danau Vulkanik
Danau vulkanik yaitu danau yang terjadi akibat adanya letusan gunung api. Letusan ini dapat mengakibatkan morfologi gunung yang tadinya berbentuk seperti kerucut dapat berubah bentuk menjadi cekung. Contohnya Danau Maninjau dan Danau Kerinci di Sumatra, Danau Poso dan Danau Matana di Sulawesi, Danau Kalimutu di Flores.
3. Danau Karst
Danau karst terbentuk karena adanya pelarutan batuan kapur oleh air sehingga membentuk cekungan. Bila cekungan ini terisi oleh air, maka terbentuk danau yang disebut dolina. Dolina meupakan lubang-lubang yang berbentuk corong. Lubang-lubang dolina yang menjadi satu disebut uvala (telaga). Deretan uvala-uvala atau dolina menjadi satu membentuk polje. Contohnya: lokva Bendogede di Kecamatan Ponjong di daerah Gunung Kidul.
c. Danau Vulkano-Tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena gabungan proses
vulkanik dan tektonik. Patahan atau depresi pada bagian permukaan bumi pasca
letusan. Dapur magma yang telah kosong menjadi tidak stabil sehingga terjadi
pemerosotan atau patah. Cekungan akibat patahan tersebut kemudian diisi oleh air
contohnya Danau Toba di Sumatera.
f.danau Bendungan, yaitu danau buatan manusia yang dibentuk dengan cara membendung
aliran sungai. Bendungan buatan manusia lebih dikenal dengan istilah waduk,
seperti Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Waduk Saguling, Karangkates, dan
Gajahmungkur.
4. Danau Glasial
Danau glasial terbentuk di daerah pegunungan salju. Danau glasial berisi gletser (salju yang telah mencair) yang terperangkap di sebuah cekungan. Contoh danau glasial adalah danau Finger di New York.
Manfaat danau
1.Pengendali banjir
2.Irigasi
3.Perikanan
4.Pembangkit tenaga listrik
5.Rekreasi
6.Sumber air bersih
Rawa (swamp/marsh) merupakan daerah bertanah basah yang selalu digenangi air secara alami karena sistem drainase (pelepasan air) yang jelek atau letaknya lebih rendah dari daerah sekelilingnya. - See more at: http://www.siswapedia.com/pengertian-rawa-jenis-jenis-rawa/#sthash.QQM541Yn.dpuf
d) Rawa Pasang Surut
Rawa pasang surut merupakan rawa yang jumlah kandungan airnya selalu berubah-ubah (pasang-surut), hal ini dikarenakan oleh adanya pengaruh pasang surutnya air laut. Bakau adalah tanaman yang sering ada di daerah ini. - See more at: http://www.siswapedia.com/pengertian-rawa-jenis-jenis-rawa/#sthash.QQM541Yn.dpuf
Manfaat rawa diantaranya adalah sebagai berikut:
1)    rawa yang dikeringkan dapat digunakan sebagai lahan pertanian
2)    penghasil pohon bakau yang dapat melindungi daratan dari abrasi
3)    sebagai lokasi permukiman dengan model rumah bertiang
4)    sebagian rawa dapat menghasilkan ikan.

Merupakan kelanjutan dari continental shelf. Daerah continental slope bisa mencapai kedalaman lebih dari 200 meter menukik hingga sekitar kedalaman 1000 m. Lebar dari lereng ini mencapai 100 km. Dengan sudut kemiringan biasanya tidak lebih dari 5 derajat. Karakteristik dasarnya merupakan akumulasi sedimen hasil erosi dari benua.
Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau.
Contoh: gunung Krakatau.
5. Ambang laut (drempel), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam. Contoh: ambang laut sulu, ambang laut sulawesi.
6. Lubuk laut (basin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi. Contoh: lubuk laut sulu, lubuk laut sulawesi.
7. Palung laut (trog), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. Contoh: Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana.
Shelf Kedalamannya ±200 m. Paparan benua ini terdiri dari lereng curam suatu dataran yang diikuti oleh kenaikan secara mendatar dari dataran itu. Lebar Paparan Benua sangat bervariasi. Lebar rata-rata Paparan Benua adalah sekitar 80 km (50 mil). Kedalaman Paparan Benua juga bervariasi, tetapi umumnya terbatas pada air dangkal dari 150 m (490 kaki). Kemiringannya biasanya cukup rendah, pada urutan 0,5 °; bantuan vertikal juga minim, kurang dari 20 m (66 kaki).

Paparan benua merupakan suatu sistem dinamik yang dikontrol oleh tiga faktor:
(1) laju sedimentasi bahan-bahan yang dari daratan ke laut
(2) laju energi yang cukup untuk menggerakkan sedimen ke, di sekitar dan keluar paparan
(3) erosi dan naik-turunnya muka laut
Contoh paparan benua adalah Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan Sunda

1. Zona Litoral
Yaitu zona yang merupakan batas antara wilayah pasang naik dan pasang surut air laut
2. Zona Neritik
Yaitu zona laut yang memiliki kedalaman kira-kira 50 sampai 200 meter. Pada zona ini sinar matahari masih bisa tembus ke bawah permukaan air sehingga banyak hewan laut dan tumbuhan laut hidup di zona ini.
3. Zona Batial
Yaitu zona laut yang kedalamannya 1500-1800/2000 m, sehingga cahaya matahari tidak dapat menembus sampai dasar laut. Beberapa jenis binatang yang masih bisa hidup di wilayah ini, tetapi tumbuhan laut hanya sedikit dibandingkan zona neritik.
4. Zona Abbisal
Yaitu zona laut memiliki kedalaman lebih dari 2000 m. Suhu di daerah ini sangat rendah sehingga hanya hewan-hewan dan tumbuhan tertentu yang dapat hidup di zona ini.



Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi tiga yaitu laut tepi, laut pertengahan dan laut :
Laut tepi (laut pinggir), adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina.
Laut pertengahan, adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya laut Tengah di antara benua Afrika-Asia dan Eropa, laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan lain-lain.
Laut pedalaman, adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati. Berdasarkan kedalamannya laut dibedakan menjadi 4 wilayah (zona) yaitu: zona Lithoral, zona Neritic, zona Bathyal dan zona Abysal
Berdasarkan proses terjadinya laut dibedakan menjadi:
1) Laut Ingresi
Laut ingresi merupakan laut yang disebabkan terjadinya penurunan dasar laut. Hal ini menyebabkan laut semakin dalam. Contoh: Laut Banda (7.400 m), Laut Flores (5.590 m), Laut Sulawesi (5.590 m), Laut Tengah (4.400 m), dan Laut Jepang (4.000 m).
2) Laut Regresi
Laut regresi merupakan laut yang terbentuk karena penyempitan laut atau pengangkatan daratan pada daerah yang luas. Proses tersebut terjadi pada zaman Dilluvium. Akibat suhu Bumi yang dingin, menyebabkan air membeku dan permukaan air laut turun sampai 60 m. Hal ini menyebabkan Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul berubah menjadi daratan. Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan bersatu dengan Asia, sedangkan Dangkalan Sahul dan pulau-pulau kecil di bagian timur Indonesia bersatu dengan Australia.
3) Laut Transgresi
Laut transgresi merupakan laut yang terbentuk karena kenaikan permukaan air laut atau penurunan daratan secara perlahan sehingga luas laut bertambah. Proses ini terjadi pada masa glasial. Pencairan es di kutub menyebabkan air laut naik dan menggenangi daratan. Laut transgresi bersifat dangkal karena mempunyai kedalaman sekitar 70 m. Contoh: Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul.
Manfaat laut
1. Sumber mata pencaharian penduduk
Perairan laut merupakan sumber kehidupan bagi nelayan.
2. Sarana transportasi
Laut merupakan air yg murah, karena hampir tidak dioerlukan biaya pembuatan dan pemeliharaan
3. Pembangkit tenaga listrik
Perairan laut memiliki potensi dan gelombang yg besar. Angin dan gelombang saat ini dimanfaatkan sebagau penggerak motor penghasil listrik.
4. Tempat wisata bahari
Laut dapat dijadikan tempat rekreasi dan wisata bahari, misalnya di Cilincing, Ancol, dan Parangtritis.
5. Pengatur iklim
Perbedaan sifat fisik air lautdan sifat fisik daratan dapat menimbulkan gerakan udara (angin). 6. Tempat pertahanan dan keamanan
Kapal-kapal laut dapat menjagankeamanan dan kedaulatan wilayah indonesia dari serangan negara asing
7. Sumber bahan tambang
Bahan tambang terutama minyak dan gas banyak dijumpai di tengah perairan laut.
Gelombang laut adalah gerak naik turunnya air laut tanpa disertai perpindahan massa air laut.
Faktor penyebabnya adalah:
a.    angin
b.    gempa bumi
c.    tsunami.
Arus laut adalah gerakan air laut secara horisontal dan vertikal yang disertai dengan perpindahan massa air laut.
Faktor penyebab
Terjadinya arus laut disebabkan oleh:
a.    angin
b.    perbedaan salinitas (kadar garam)
c.    perbedaan temperatur
d.    pasang surut
e.    gelombang yang pecah.
Suhu air adalah derajat panas air yang dinyatakan dalam satuan derajat Celcius.
 Warna adalah warna nyata dari air yang dapat disebabkan oleh adanya ion metal (besi dan mangan) humus, plankton, tumbuhan air dan limbah industri, yang dimaksud dengan warna adalah warna nyata yang kekeruhannya telah dihilangkan, sedangkan yang dimaksud dengan warna tampak adalah warna yang tidak hanya disebabkan zat-zat terlarut dalam air akan tetapi juga zat tersuspensi, yang dinyatakan dalam satuan warna skala PtCo
Rata-rata kadar garam air laut adalah 34,5%, artinya dalam satu liter air laut mengandung 34,5 gram garam.Pada umumnya kadar garam di permukaan laut ditepi-tepi pantai adalah lebih rendah dari pada kadar garam di permukaan laut ditengah-tengah samudera pada lintang yang sama, karena ditepi-tepi pantai terdapat muara- muara sungai yang mendatangkan air tawar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar